Rabu, 16 Jan 2019 12:49 WIB

Jadi Karyawan, Robot pun Bisa Kena PHK Besar-besaran

Kris Fathoni W - detikInet
Salah satu robot karyawan yang kena PHK di Hotel Henn Na, Jepang. (Foto: Kazuhiro NOGI / AFP) Salah satu 'robot karyawan' yang kena PHK di Hotel Henn Na, Jepang. (Foto: Kazuhiro NOGI / AFP)
Jakarta - Sebuah hotel di Jepang harus mem-PHK seratusan karyawan robotnya. Alasannya, kinerja dan performa robot-robot itu tidak sesuai harapan. Begini kisahnya.

Hotel Henn na. Begitu nama tempat yang menjadi latar belakang kisah ini. Empat tahun lalu, pada tahun 2015, hotel ini mencuri perhatian karena mempekerjakan banyak robot untuk mengambil alih tugas manusia sebagai karyawan.

Yang ironis, menurut laporan Wall Street Journal yang dilansir Ubergizmo, Hotel Henn na kini justru harus mem-PHK separuh dari 243 "robot karyawannya" itu. Mereka dianggap tidak becus mengerjakan tugas yang diembankan kepada mereka.




Salah satu gambaran kegagalan karyawan artifisial di hotel Henn na ini adalah sosok robot velociraptor yang bertugas di meja resepsionis. Si robot itu secara khusus tak piawai menghadapi tamu-tamu asing, sehingga karyawan manusia jadi harus turun tangan bahkan untuk sekadar melakukan tugas foto kopi paspor tamu tersebut.

Ada pula Churi, robot asisten pribadi yang berada di setiap kamar hotel Henn na. Kecerdasan buatan Churi kalah telak dari Siri, Google Assistant, dan Alexa yang, paling tidak, mampu dengan lugas menjawab saat ditanya waktu operasional toko-toko dekat hotel.




The Verge menambahkan, dua robot pengangkat koper di hotel Henn na pun tidak perform. Mereka cuma bisa menjangkau 24 dari 100-an kamar di hotel tersebut, sering bermasalah saat cuaca hujan dan bersalju, dan kadangkala saling menyangkut satu sama lain ketika berpapasan.

Disebutkan bahwa pihak hotel Henn na memutuskan bahwa tindakan mem-PHK "robot-robot karyawannya" tersebut lebih murah ketimbang harus mengganti dengan robot lain yang lebih canggih.




Sepeninggal 100-an "robot karyawan" tersebut, Hotel Henn na diprediksi akan mengisi posisi-posisi lowong itu dengan sosok karyawan manusia.

"Hotel Henn na tidak praktis meninggalkan teknologi, tapi akan mengadopsi solusi yang sedikit lebih konvensional, semisal kunci pintu dengan fitur facial recognition (pengenal wajah)," sebut Ubergizmo.


(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed