Rabu, 19 Des 2018 21:21 WIB

XL Bangun Solusi Digital buat Peternak Sapi di Situbondo

Ardian Fanani - detikInet
Foto: Ardian Fanani/detikINET Foto: Ardian Fanani/detikINET
Situbondo - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), bekerja sama dengan sejumlah stakeholder, meluncurkan program Satwa Nusantara yang merupakan sebuah solusi digital buat peternak sapi di kawasan Situbondo.

Program inovatif berkonsep Farm Chain Management System (FCMS) ini digarap XL Axiata bersama Universitas Negeri Jember (Unej) dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, dan ditujukan buat pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Desa Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Lokasinya berdampingan dengan Taman Nasional (TN) Baluran.

Kehadiran progam tersebut salah satunya tidak lepas dari polemik Banteng Jawa di kawasan TN Baluran. Saat ini ratusan bahkan ribuan sapi ternak warga di sekitar Baluran tiap harinya dilepas untuk merumput di Padang Savana dan masuk ke taman nasional untuk mencari makan.

"Sapi ternak milik warga di taman nasional itu tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak," kata Hidayat Teguh, pakar zoologi FCMS, dalam acara peluncuran program di Desa Karang Tekok, Rabu (19/12/2018).

"Perjalanan jauh yang harus ditempuh sapi ke taman nasional membuat sapi menjadi kurus dan rawan. Selain itu di musim kemarau tidak ada makanan di taman nasional," papar Teguh yang juga dosen Universitas Negeri Jember tersebut.


XL Bantu Garap Solusi Digital Peternak Sapi di SitubondoFoto: Ardian Fanani/detikINET


Solusi yang tepat, menurut Teguh, adalah dengan mengandangkan sapi-sapi dengan pendekatan dan pendampingan kepada warga selaku peternak bagaimana mengelola hewan-hewan ternaknya. "Ini solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sapi warga menjadi lebih sehat dan taman nasional lebih aman."

Sehubungan dengan itu, kehadiran aplikasi Satwa Nusantara membuat para petani pemilik ternak setempat dapat memastikan ternak-ternak mereka, terutama sapi, bisa tercukupi pakan dan kondisi kesehatannya sepanjang tahun, termasuk di musim kemarau. Para peternak juga akan dapat pendampingan dalam menggunakan aplikasi Satwa Nusantara untuk memantau perkembangan hewan ternak mereka.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, program ini memaksimalkan produktvitas dengan menata, memantau, dan merencanakan rantai pengelolaan dari hulu ke hilir.

"Mulai pemeliharaan, panen, pemasaran, bahkan hingga pengembangan produk dari ternak. Untuk di Desa Karang Tekok, sebagai awal difokuskan pada pemeliharaan. Yaitu mengatasi masalah pakan dan kesehatan ternak," kata Tri.


XL Bangun Solusi Digital buat Peternak Sapi di SitubondoFoto: Ardian Fanani/detikINET


Secara aplikatif, para peternak nantinya akan mengirim data ternaknya ke Satwa Nusantara. Data-data sapi ini meliputi umur, jenis kelamin, bobot, jenis sapi, bahan baku pakan, dan stok pakan jadi. Data-data tersebut kemudian disimpan di bank data yang dikelola oleh admin yang dijalankan oleh tim dari Fakultas Pertanian Universitas Jember di bawah supervisi dua ahli pertanian, Dr. Hidayat Teguh Wiyono dan Kahar Muzakhar PhD yang menjadi partner dalam proyek ini.

Secara berkala, sesuai dengan perkembangan kondisi ternak, para pemilik sapi memperbarui data-data tersebut. Dengan demikian validitas data akan selalu terjaga, sehingga analisa yang dihasilkan juga berkualitas. Peternak bisa memantau pembaruan data terkait kondisi sapi dan pakannya bisa dilakukan juga secara digital.

Acara program ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Samsul Widodo, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto.

"Kami harap program ini dapat meningkatkan kehidupan peternak sapi di kawasan ini. Kami juga tidak mau disalahkan adanya Banteng Jawa yang terdesak. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu masyarakat sekitar," ujar Bupati Dadang.


Tonton juga video 'Operator di Indonesia yang punya 4G LTE Paling Kencang':

[Gambas:Video 20detik]

XL Bangun Solusi Digital buat Peternak Sapi di Situbondo
(krs/krs)