Selasa, 11 Des 2018 10:30 WIB

Survei Membuktikan... Milenial AS Enggan Halo-halo di Ponsel

Kris Fathoni W - detikInet
Milenial di AS familiar dengan ponsel, tapi enggan menggunakannya untuk halo-halo alias ngobrol langsung pakai suara (Foto: Atsushi Tomura/Getty Images) Milenial di AS familiar dengan ponsel, tapi enggan menggunakannya untuk halo-halo alias ngobrol langsung pakai suara (Foto: Atsushi Tomura/Getty Images)
California - Milenial di AS sangat akrab dengan ponsel, tapi rupanya mereka malah enggan menggunakannya untuk halo-halo. Setidaknya begitu menurut sebuah survei.

Seperti dikutip detikINET dari BGR.com, Selasa (11/12/2018), survei tersebut dilakukan oleh BankMyCell terhadap Gen Y atau milenial di AS.

BankMyCell melakukan surveinya terhadap 1.200 responden pada rentang usia 22-37 tahun di periode 1-31 Oktober. Survei dilakukan di Amerika Serikat.




Hasil survei itu memperlihatkan bahwa milenial tidak suka ngobrol menggunakan ponsel alias menggunakan voice call, kendatipun tak bisa lepas dari perangkat smartphone. Alasan teratas responden enggan mengangkat telepon yang masuk, dengan 75%, adalah "makan waktu".

Selain itu, alasan lain di posisi tiga besar adalah malas menghadapi percakapan dengan orang yang suka mengeluh dan banyak maunya (64%), enggan ditodong untuk menghadiri acara tertentu (55%).

Survei Membuktikan... Milenial AS Enggan Teleponan di PonselFoto: Survei BankMyCell via BGR.com


Disebutkan lebih lanjut, survei ini memperlihatkan temuan menarik bahwa pihak yang teleponnya paling dihindari responden justru berasal dari keluarga dan teman sendiri.

"81% responden juga mengakui mereka acapkali merasa gamang halo-halo lewat telepon. Bahkan mereka terkadang harus mengumpulkan keberanian untuk melakukannya."

Temuan dalam survei ini menyebut demografis tersebut sebagai "generasi bisu". Itu dikarenakan mereka tumbuh pada era digital dan bisa mengadopsi bentuk alternatif dalam berkomunikasi, memunculkan penurunan aktivitas telepon-teleponan. Maraknya telepon spam atau telemarketer juga disebut tidak lepas menumbuhkan kecenderungan tersebut.


(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed