Rabu, 05 Des 2018 10:47 WIB

Go-Jek Turunkan Harga, Grab Mau Ikutan?

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Go-Jek menurunkan harga layanan Go-Ride dari Rp 2.200 per kilometer menjadi Rp 1.600 per kilometer. Menurut pihak Go-Jek, penurunan tarif ini sebagai langkah penyesuaian kebutuhan di lapangan. Lalu bagaimana dengan Grab?

Ditemui di sela acara peluncuran GrabBike Lounge di kawasan Jakarta Selatan, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan pendapat Grab soal penurunan tarif yang dilakukan oleh kompetitornya tersebut.

"Ya ini kita lihat adalah hal yang mungkin tidak baik edukasinya buat masyarakat juga. Saya ingat kata-kata saya beberapa bulan lalu, ketika ada demonstrasi ingin meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Bagi kami mensejahterakan pengemudi adalah melalui produktivitas, di mana tarif hanya salah satu komponennya saja," kata Ridzki, Selasa (4/12/2018).


Ia menjelaskan, ada berbagai cara untuk meningkatkan produktivitas driver, mulai dari pengaturan tarif, meningkatkan jumlah orderan, hingga menekan pengeluaran driver dengan meluncurkan GrabBike Lounge di kawasan Kebayoran Lama.

Dengan adanya GrabBike Lounge, pengeluaran driver mencari tempat makan dan istirahat bisa lebih dihemat karena lebih terjangkau. Beberapa fasilitas gratis pun tersedia.

"Program-program seperti sekarang ini bagian dari menurunkan pengeluaran mereka. Mereka tidak perlu lagi belanja makanan, minuman mahal. Tidak perlu lagi cari tempat istirahat bayar. Mereka bisa datang, bisa duduk-duduk di sini," paparnya.

Untuk itu, pihaknya pun berhati-hati dalam menurunkan tarif agar menjaga produktivitas driver.



"Tentunya kita akan melihat dengan seksama perkembangan ini. Kita juga tidak ingin mitra pengemudi juga produktivitasnya turun. Kita akan sikapi dengan bijak dan berhati-hati dengan hal ini," tutupnya. (prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed