Senin, 19 Nov 2018 22:49 WIB

Didera Skandal, Facebook Dibela oleh Mantan Bos

Virgina Maulita Putri - detikInet
Alex Stamos. Foto: istimewa Alex Stamos. Foto: istimewa
Jakarta - Sejak dirilisnya laporan kontroversial dari New York Times (NYT) tentang Facebook, pembelaan pun langsung datang dari internal Facebook, termasuk dari CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Tidak hanya dari internal,pembelaan terhadap Facebook pun datang dari mantan bos Facebook. Alex Stamos, yang menjabat sebagai Chief Security Officer Facebook sejak tahun 2015 hingga 2018 menuliskan responnya terhadap laporan dari NYT.



Lebih spesifik, Stamos mengelak tuduhan bahwa Zuck dan COO Facebook, Sheryl Sandberg menunda untuk mengambil tindakan atas laporan timnya yang menemukan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum 2016. Campur tangan tersebut dilakukan melalui kampanye menyesatkan di platform media sosial tersebut.

Stamos menulis bahwa tidak ada eksekutif Facebook yang menekannya untuk tidak menginvestigasi hasil temuannya terkait campur tangan Rusia. Tapi, Stamos mengaku bahwa perusahaan yang bermarkas di Menlo Park itu harus bertindak lebih cepat dan lebih transparan.

"Untuk lebih jelas, tidak ada orang di perusahaan yang menyuruhku untuk tidak memeriksa aktivitas Rusia, dan tidak ada orang yang mencoba untuk berbohong tentang temuan kami, tapi Facebook harus menanggapi ancaman ini secepat mungkin dan mengungkap temuannya dengan lebih transparan," tulis Stamos, seperti dikutip detikINET dari Mashable, Senin (19/11/2018).

Dalam artikelnya yang diterbitkan melalui Washington Post, Stamos juga menyebut bahwa bukan hanya perusahaannya yang melakukan kesalahan dalam menangani campur tangan Rusia. Menurutnya media dan pemerintah AS juga melakukan kesalahan.



Seperti yang telah dilaporkan, minggu lalu NYT menerbitkan artikel yang menjelaskan beberapa hal negatif tentang Facebook.

Mulai dari kegagalan Facebook dalam membendung campur tangan Rusia di pemilu 2016, keputusan Zuck yang memerintahkan pegawainya menggunakan ponsel Android, hingga laporan bahwa Facebook menyewa firma konsultan untuk menulis berita buruk tentang kritik dan perusahaan pesaing seperti Google dan Apple. (vim/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed