Kamis, 01 Nov 2018 16:45 WIB

Negara Ini Bakal Pakai 'Petugas' Imigrasi Berbasis AI

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi keimigrasian (Foto: Agung Pambudhy) Ilustrasi keimigrasian (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Ketika bepergian ke luar negeri, biasanya kita akan disambut petugas imigrasi untuk ditanyai sejumlah hal seperti tujuan dan durasi kunjungan. Nah, di sejumlah negara Eropa, petugas ini nantinya akan digantikan mesin berbasis kecerdasan buatan (AI).

Negara yang akan menerapkan sistem imigrasi berbasis AI tersebut adalah Hungaria, Latvia, dan Yunani. Di negara-negara tersebut, badan imigrasinya berencana menerapkan sebuah sistem bernama iBorderCtrl.

iBorderCtrl ini pada dasarnya adalah pendeteksi kebohongan berbasis AI, yang bisa mendeteksi kebohongan dari para pelintas batas yang akan datang ke negara mereka, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (1/11/2018).

Sistem ini akan menanyakan sejumlah hal kepada para wisatawan seperti barang apa yang ada di koper, dan sejumlah pertanyaan lain. Dari jawaban itu, mereka akan menganalisa ekspresi wajah, terutama ekspresi mikro yang muncul.




Pertanyaan yang dilontarkan pun akan bervariasi berdasar sejumlah hal, seperti jenis kelamin, etnis, dan kata-kata yang diucapkan. Jika skor yang didapat mencukupi, mereka akan diberi kode QR untuk bisa melewati pos pengecekan itu.

Namun jika skor yang didapat tak mencukupi, mereka akan diwawancara ulang oleh petugas manusia, yang sekaligus akan menganalisa laporan dari sistem iBorderCtrl tersebut.


(asj/krs)