Senin, 20 Agu 2018 22:37 WIB

Elon Musk di 2018: Dihina, Stres, hingga Menitikkan Air Mata

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Elon Musk. Foto: DW (Soft News) Elon Musk. Foto: DW (Soft News)
Jakarta - Menjadi salah satu orang terkaya di dunia tak membuat kehidupan Elon Musk bisa dengan mudah dijalani. Bahkan, dapat dikatakan pria berjuluk Iron Man itu tidak bisa menikmati kekayaannya yang sudah mencapai USD 23 miliar (Rp 335 triliun), berdasarkan data dari Bloomberg, lantaran munculnya masalah secara bertubi-tubi sepanjang tahun ini.

Pada akhir Januari lalu, ia memutuskan untuk mulai menjual flamethrower sebagai caranya dalam mengumpulkan uang agar dapat menjalankan proyek milik salah satu perusahaannya, yaitu The Boring Company. Korporasi tersebut berniat untuk membangung moda transportasi modern bernama Loop di Amerika Serikat.


Hal ini ternyata mengundang reaksi negatif dari Miguel Santiago, anggota California State Assembly. Ia berencana untuk mencegah penjualan pelontar api kepada masyarakat luas, atau paling tidak di kawasan California.

"Negara bagian California dan Kota Los Angeles telah percaya kepada Elon Musk untuk memecahkan masalah publik dengan melakukan penggalian terowongan bawah tanah untuk mengatasi kemacetan. Namun, penyimpangan ini tak ubahnya sebagai tamparan yang mengarah tepat ke wajah," ujarnya.

Meski begitu, pada akhirnya flamethrower tersebut tetap habis terjual. Malahan, banyak dari pembelinya yang memamerkan pelontar api tersebut di media sosial.

Tak lama berselang, pada awal Februari, Tesla mengumumkan laporan keuangannya sepanjang Kuartal IV 2017. Produsen mobil listrik besutannya itu menyebut telah merugi sebesar USD 675 juta sepanjang periode tersebut.

Hal ini sempat membuat sahamnya anjlok sebesar 8% hanya dalam waktu sehari. Penurunan tersebut dipicu ketakutan para investor terhadap Tesla yang bisa saja kehabisan uang.

Setelahnya, Elon dihadapi dengan berbagai masalah dalam produksi dari Model 3, salah satu mobil buatan Tesla. Ia bahkan menyebut bisnis manufaktur mobil adalah 'neraka' dan mengaku beberapa kali tidur di pabrik.


Otomasi jadi salah satu yang dikeluhkan oleh pria kelahiran Afrika Selatan tersebut. Ia mengaku penggunaan robot menggantikan peran manusia dalam menjalankan beberapa tugas adalah kesalahan, dan Elon merasa yang paling bertanggung jawab atas hal itu.

Tak cuma itu, Tesla juga sempat melakukan recall terhadap Model S sebanyak 123 ribu unit. Saham perusahaan tersebut pun langsung anjlok ke angka USD 266. Selain itu, mobil buatannya juga sempat beberapa kali terlibat dalam kecelakaan, membuat nama Tesla dan Elon Musk jadi bulan-bulanan sejumlah media.

Kemudian, pada Juli lalu, pendiri SpaceX tersebut dicemooh berbagai pihak lantaran menghina Vern Unsworth, penyelam yang terlibat dalam misi penyelamatan korban gua di Thailand dengan sebutan "pedo". Elon pun meminta maaf atas perkataan yang dilontarkannya melalui akun Twitter miliknya.

Puncaknya, dalam wawancara terbarunya dengan New York Times, ia menceritakan berbagai penderitannya dalam memimpin Tesla. Elon mengaku dalam setahun terakhir merasa tersiksa karena itu adalah masa-masa tersulit dalam karirnya.

Pria berusia 47 tahun ini mengaku bahwa dirinya kelelahan karena bekerja keras sampai 120 jam per minggu. Bahkan. pada 28 Juni lalu saat dirinya berulang tahun, dia tetap bekerja tanpa henti sepanjang malam tanpa teman. Media asal Amerika Serikat tersebut pun turut menyatakan bahwa dalam wawancara kadang Elon berhenti bicara karena terlalu emosional.


Sepanjang tahun ini pun, sejumlah analis dan investor secara terang-terangan mengatakan jika mantan kekasih Amber Heard tersebut sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai CEO Tesla. Menariknya, Elon mengaku dirinya tidak masalah jika ada orang yang lebih baik dari dirinya hendak menggantikannya di masa depan.

Menarik untuk ditunggu bagaimana Elon menghadapi beban berat yang dipikulnya saat ini dan ke depannya. Mengingat, ada tiga perusahaan yang harus dipimpinnya dengan berbagai masalah dan ambisi di dalamnya. (mon/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed