Warnet Bingung Soal Windows Lisensi OEM
- detikInet
Jakarta -
Soal mahalnya harga sistim operasi Windows orisinal sudah tidak banyak ditanyakan oleh kalangan warnet. Tapi soal lisensi OEM, yang terikat pada hardware, masih sempat membuat bingung. Hal itu terungkap dalam 'Seminar untuk Warnet' yang dilaksanakan di Hotel ShangriLa, Jakarta, Rabu (4/8/2005), Seminar tersebut merupakan bagian dari roadshow Microsoft yang bertajuk 'Solusi Nyata untuk Warnet Indonesia'. Masalah kebijakan penggunaan Windows OEM (Original Equipment Manufacturer) jadi topik diskusi yang cukup hangat dalam seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 150 orang peserta itu. Para pengelola Warnet, yang rata-rata dari kalangan pengusaha menengah dan kecil, menyatakan kebingungan akan sistim OEM. Umumnya, lisensi OEM terikat pada satu motherboard tertentu. Lisensi ini banyak digunakan oleh produsen PC 'bermerek'. Harga per lisensi untuk tipe ini umumnya jauh lebih murah dari harga per lisensi Windows non-OEM. Dalam seminar tersebut, pertanyaan yang muncul adalah: Bagaimana jika pengguna Windows OEM mengalami kerusakan motherboard dan harus mengganti motherboard mereka? Hanguskah lisensi OEM tersebut?Menurut Microsoft, jika itu terjadi, lisensi OEM memang tidak bisa dikatakan masih berlaku. Megawaty Khie, Director Small & Midmarket Solutions and Partner Group Microsoft Indonesia, mengatakan, ada satu atau dua kasus yang mungkin bisa diganti. Namun dengan cara manual, dan membutuhkan proses verifikasi terlebih dahulu."Itupun ada syaratnya. Misalnya, harus menunjukkan bukti pembelian dan kerusakannya juga bukan karena dipakai tapi karena dari pabrik," ujar Megawaty dalam acara itu. Sedangkan jika kerusakan motherboard terjadi karena pemakaian, pihak Microsoft menegaskan, harus ada lisensi Windows baru. Isu lain yang mengemuka adalah, apakah Microsoft berani memberikan jaminan bantuan kalau ada sweeping dari kepolisian meski warnet sudah memakai software legal berlisensi. "Kami punya kewajiban untuk memberikan support kepada pelanggan kami yang menggunakan software legal," demikian jawaban Anti Suryaman, License Manager Microsoft Indonesia, Meski roadshow digagas bersama antara Microsoft Indonesia dan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari), dalam acara tersebut tidak terlihat perwakilan resmi Awari.
(wsh/)