Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menristek Niat Bikin 'Gus Dur on E-mail' Untuk Tuna Netra

Menristek Niat Bikin 'Gus Dur on E-mail' Untuk Tuna Netra


- detikInet

Jakarta - Menristek Kusmayanto Kadiman menyatakan dukungannya untuk akses teknologi informasi (TI) untuk tuna netra. Bahkan dia berencana untuk membuat program berjudul 'Gus Dur on E-mail'."Gagasan untuk mengembangkan TI untuk tuna netra sudah lama ada sejak saya masih di ITB. Salah satu aplikasinya adalah TTS (Text-to-speech-red). Bahkan saya pernah mau bikin Gus Dur on E-mail," kata Kusmayanto kepada wartawan di sela-sela acara DigitAll Hope 2005 yang digelar oleh PT Samsung Elektronik Indonesia di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Selasa (2/8/2005). Gus Dur on E-mail adalah aplikasi yang ditujukan untuk penyandang tuna netra. Dalam konsep yang direncanakan Kusmayanto, aplikasi tersebut menyertakan TTS yang diharapkan bisa memudahkan penyandang tuna netra untuk membaca e-mail."Maksudnya, Gus Dur kan sebagai ikon orang sukses yang punya kekurangan fisik. Sedangkan e-mail merupakan bentuk teknologi informasi yang sudah umum," Kusmayanto menjelaskan. "Saya sudah pernah menggagas dan bilang hal itu ke Gus Dur dan Ari (kawan Kusmayanto di ITB yang membuat TTS-red). Sayang waktunya kurang tepat," papar menteri yang sebelumnya rektor di ITB.Kurang tepatnya waktu yang diungkapkan Kusmayanto dikarenakan Gus Dur harus masuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. "Saya juga sempat berbicara dengan Wimar Witoelar (juru bicara kepresidenan saat pemerintahan Gus Dur-red). Dia bilang itu ide yang bagus," ujar Kusmayanto.Menurut Kusmayanto, gagasan untuk mengembangkan akses TI untuk tuna netra, sudah lama ada sejak dia masih mengajar di ITB. Salah satunya adalah program TTS tersebut."Ditambah alat bantu STT (speech to text, kebalikan dari TTS-red), nggak ada lagi alasan untuk tidak bisa lagi bertanding secara fair," kata peraih gelar doktor dari Australia tersebut. "Jadi tuna netra bisa bertanding dengan Kusmayanto dalam hal teknologi," imbuhnya. Kusmayanto juga mengatakan program TTS akan ditumpangi pada program Indonesia Goes to Open Source (IGOS) sebagai bentuk penetrasi gerakan open source yang tanpa batas. (rou/)







Hide Ads