Selasa, 17 Jul 2018 10:23 WIB

Idola Bill Gates: Kebodohan Adalah Kekuatan Hebat

Annisa Shafira - detikInet
Ilustrasi. Foto: Thinkstock Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Dengan mempelajari masa lalu, kita bisa belajar mengenai hal-hal penting tentang masa depan. Demikian kata sejarawan Yuval Harari.

"Salah satu hal yang dapat kita pelajari dari sejarah adalah, kita tidak boleh sekalipun meremehkan kekuatan kebodohan manusia. Kebodohan adalah salah satu kekuatan terhebat di dunia," ujar Harari.

Bagi yang merasa asing siapa itu Yuval Harari, dia adalah seorang profesor di University of Jerussalem dan penulis buku-buku yang kerap direkomendasikan oleh orang-orang hebat seperti Bill Gates dan Barrack Obama.



Dikutip detikINET dari CNBC, Selasa (17/7/2018) Harari mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemampuan para pemimpin yang 'merakyat', yaitu pemimpin yang menurutnya menjual fantasi berbau nostalgia kepada rakyatnya, bukannya menyajikan versi nyata dari masa depan, untuk menyelesaikan masalah global terbesar yang terjadi saat ini. Mungkin itulah yang disebutnya sebagai kebodohan bisa menjadi kekuatan hebat yang mencelakakan.

Menurut Harari, meskipun pemimpin seperti itu memiliki banyak gagasan mengenai cara menyelesaikan masalah berskala nasional, tiga masalah ekstensial terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah masalah yang pada intinya berskala global. Ketiga masalah itu adalah, perang nuklir, perubahaan iklim, dan disrupsi teknologi.

"Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan solusi yang global pula dan sejauh ini kita belum pernah mendengar solusi apapun untuk menghadapi masalah ini dari para pemimpin jenis ini," ujarnya.

Disebutkannya, para pemimpin ini membuat kelangsungan hidup manusia berisiko. Jadi apabila kita tidak mencari solusinya, umat manusia berada dalam masalah besar.

"Kita tidak bisa mempercayai orang lain, bahkan apabila orang itu adalah seorang pemimpin, untuk melakukan yang terbaik untuk umat manusia. Kita bisa berharap, namun itu tidak pasti," sebutnya.

Masa depan manusia dan mesin

Mengenai masa depan manusia yang berkembang bersisian dengan teknologi, Hariri berkata bahwa perkembangan seperti itu memang berpengaruh besar dalam mengubah dunia, namun tidak "deterministik" mengenai fungsinya di tangan manusia.

Revolusi teknologi telah memberikan kita penemuan-penemuan yang sangat berarti seperti kereta, mobil, listrik, dan televisi, menurut Harari terserah kepada manusia bagaimana mereka akan memanfaatkan teknologi tersebut.

Dengan munculnya teknologi seperti kecerdasan buatan dan bioteknologi, Harari mengungkapkan bahwa manusia masih memiliki pilihan mengenai bagaimana mereka akan menggunakan teknologi tersebut.



"Inilah tugas pemerintah," tegasnya. Menurutnya, pemerintahan sekarang rata-rata terlalu fokus kepada 'masalah lama' dan tidak menempatkan konsentrasi yang cukup pada potensi teknologi-teknologi yang muncul.

Yang memperburuk masalah ini adalah fakta bahwa publik masih acuh, dan topik ini hanya dibahas di ranahan bisnis atau akademis. Ranah politik tidak menetapkan regulasi untuk teknologi-teknologi terbaru, dan bahkan tidak mendiskusikan masalah ini. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed