Selasa, 10 Jul 2018 15:00 WIB

Kisah Sial Mencari Ponsel Malah Kemalingan dan Tabrakan

Indissa Salsabila - detikInet
Foto: The Coverage Foto: The Coverage
Malaysia - Pengguna smartphone mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Pasangan kekasih asal Malaysia, Lee Jacsin dan pacarnya, mengalami pengalaman buruk ketika sang pacar kehilangan ponselnya yang bermerek Huawei Nova 2i.

Kehilangan ponsel memang bukan hanya sebatas kehilangan barang kesayangan. Pasalnya, berbagai data penting yang ada di dalam ponsel yang menjadi hal paling menyedihkan jika akhirnya ikut hilang. Itu yang menjadi alasan kuat mengapa sang pacar sangat mengusahakan agar ponselnya dapat kembali.

Sebelumnya, kedua pasangan ini telah menelusuri tempat-tempat yang kemungkinan ponsel tersebut jatuh, namun hasilnya nihil. Kemudian, mereka mencoba mencari lokasi ponsel berada, namun pelaku yang menemukan ponsel sang kekasih mematikan ponsel temuannya ini.



Seperti dikutip dari The Coverage, Selasa (10/7/2018), satu jam setelah usaha pencarian tanpa henti untuk menghubungi ponsel sang kekasih, akhirnya seseorang menjawab panggilan telepon. Percakapan telepon ini diungkap Lee melalui akun Faceboook miliknya.

"Orang yang menemukan ponsel pacar saya menjawab panggilan telepon dengan menyebutkan bahwa dirinya menginginkan uang tebusan sebanyak RM 500 (sekitar Rp 1,7 juta) jika ingin ponsel pacar saya kembali. Kami menyetujuinya karena pacar saya sangat membutuhkan ponselnya. Banyak data kerja penting yang tersimpan di sana. Kemudian orang itu mengatakan kepada kami untuk bertemu di kafe Kheng Tians' Old Town dan meminta agar pacar saya datang sendirian," tulisnya.

Sebelum pasangan ini bertemu dengan orang yang menemukan ponsel, mereka kembali menelepon si pelaku. Pada telepon kedua, si pelaku meminta uang tebusannya menjadi RM 700 atau setara dengan Rp 2,5 juta, dan ia mengganti lokasi bertemu menjadi di Jalan Jelutong.

Namun, Lee dan pasangannya tidak langsung menyetujui jumlah uang yang harus ditebus tersebut. Mereka mengatakan bahwa mereka hanya memiliki RM550 atau setara dengan Rp 1,9 jutaan. Pelaku pun menyetujui hal tersebut dan akhirnya mereka bertemu di tempat yang telah ditentukan.

Namun yang terjadi, saat sedang melakukan transaksi penebusan ponsel, sang pelaku berpura-pura menghitung uang dan kemudian menghantam kepala kekasih Lee. Dia juga mengambil ponsel yang seharusnya dikembalikan.

Tak hanya mengambil kembali ponsel Huawei yang ditemukannya, sang pelaku juga merebut ponsel Oppo 5s milik Lee sebelum akhirnya kabur. Saat sang kekasih berusaha untuk mengejar pelaku dengan menggunakan mobil, ia masih merasa linglung karena efek dari hantaman yang diberikan oleh pelaku sehingga akhirnya menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan mobil lain.



Untungnya, orang yang terlibat dalam kecelakaan mobil dengan pasangan ini memahami keadaan yang terjadi. Sayangnya, mereka harus membiarkan sang pelaku melarikan diri dan mereka tidak melihat plat nomor pelaku dengan jelas.

Pada postingan yang diunggah pada laman Facebooknya, Lee juga memperingatkan orang-orang untuk berhati-hati, karena kejadian serupan bisa menimpa siapa saja. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed