Minggu, 01 Jul 2018 18:59 WIB

Google Kewalahan Cegah Bullying di Kantor

Indissa Salsabila - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Google mengalami kesulitan dalam debat pada forum internal yang membahas tentang troll-free atau lingkungan bekerja bebas dari ejek-mengejek.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Google membuat peraturan baru dan mengatakan akan menindaklanjuti setiap karyawan yang melakukan bullying, diskriminasi, menyerang karyawan lainnya, atau terlibat dalam diskusi yang bisa menganggu produktivitas lingkungan kerja.

Pedoman mengenai hal ini bertujuan menjaga lingkungan kerja Google terbebas dari segala bentuk saling ejek. Hal ini merupakan aturan pertama yang dikeluarkan Google untuk mengatur agar diskusi di dalam perusahaannya tetap terkendali.



Tahun lalu, Google telah memecat teknisi software James Damore karena ia menulis sebuah postingan yang dinilai kontroversial. Memo berisikan 3.300 karalkter ini membahas mengenai peran perempuan yang tidak dapat sesukses laki-laki dalam industri teknologi.

Atas sanksi dipecat yang diterimanya, Damore melayangkan gugatan. Dalam gugatannya, dia mengklaim bahwa alasan dirinya dipecat bukan karena tulisannya, melainkan karena dia seorang lelaki kulit putih dan konservatif.

Menanggapi kasus ini, Januari lalu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa pihaknya tidak kecewa telah memberhentikan Damore. Namun ternyata isu tersebut tak berhenti sampai di sini.

Sebulan setelah kejadian, Google memecat teknisi lainnya bernama Tim Chevalier. Dia mengklaim dipecat Google karena telah memberikan komentar yang dinilai liberal di forum internal pada jejaring sosial Google+.

Dikutip detikINET dari CNET, Minggu (1/7/2018), juru bicara Google mengatakan bahwa meski kebebasan dalam berdebat penting diterapkan dilakukan, seperti di lingkungan kerja pada umumnya, Google punya kebijakan yang tidak dapat dilanggar.



Raksasa mesin pencarian ini mendorong kebebasan berekpresi dalam beberapa tahun terakhir dan memberikan 80.000 karyawannya platform digital untuk berbagi dan berdebat mengenai berbagai ide.

Akan tetapi, beberapa karyawan yang bermasalah dikabarkan menyerang satu sama lain atas keyakinan sosial dan politik karyawan lainnya. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas dan performa bisnis perusahaan. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed