Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Dilema Teknologi Informasi
Ketika Teknologi Ganggu Otak
Dilema Teknologi Informasi

Ketika Teknologi Ganggu Otak


- detikInet

Jakarta - Seorang pekerja kantoran umumnya diganggu oleh telepon masuk, e-mail, instant message atau gangguan lain setiap tiga menit. Padahal otak kita perlu setidaknya 8 menit tanpa gangguan untuk benar-benar bisa produktif dan kreatif. Untuk mengatasi hal ini, Microsoft disinyalir punya solusinya.Carl Honore, seorang jurnalis dan penulis buku 'In Praise of Slowness' seperti dilansir CNET News dan dikutip detikinet Senin (25/7/2005) mengatakan, "Komunikasi digital yang seharusnya mempermudah pekerjaan malah menghalangi orang untuk menyelesaikan tugas penting."Sementara itu Microsoft yang punya andil dalam menciptakan software yang memungkinkan seseorang untuk dapat mengetahui pesan baru di inbox juga menyadari masalah yang terjadi."Dulu orang bilang saya harus terhubung secara online. Sekarang, setelah semuanya serba terkoneksi mereka mulai menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak ingin diganggu," papar Chris Capossela, Vice President Microsoft Information Worker Unit.Selama bertahun-tahun, teknologi telah banyak membantu orang untuk terhubung satu sama lain. Ada jaringan e-mail kantor, pesan instan dan telepon. Bahkan di saat mereka di jalan pun masih dapat terhubung dengan orang kantor lewat ponsel dan BlackBerry dengan layanan push mail-nya.Hal ini menyebabkan segelintir orang mulai berontak demi sedikit saja waktu bagi mereka untuk berpikir dengan tenang. Fenomena ini yang kemudian melahirkan inisiatif dunia teknologi untuk membuat strategi low-tech sehingga orang dapat sesekali 'kabur' dari bombardir informasi. Seperti halnya Microsoft dan perusahaan software lain yang mulai memikirkan bagaimana caranya menghadirkan software yang dapat meminimalisir gangguan informasi.Dan Russel, Senior Manager IBM Almaden Research Center San Jose California mengatakan, dirinya sekarang membiasakan untuk membaca e-mail yang masuk hanya dua kali sehari. Meski hal ini kadang membuat orang kesal karena mereka mengharap jawaban yang cepat, tetapi ia membantah bahwa dengan begini ia telah menghemat waktu yang dihabiskan untuk membaca e-mail sekiranya kurang dari dua jam sehari. Hampir setengahnya.Ini tentu saja agak berlawanan dengan budaya kerja yang sudah ada. Pasalnya, dunia korporat melihat fenomena 'tak ingin dihubungi' ini sebagai sesuatu yang menyalahi aturan. Honore menambahkan, "Jika anda menarik diri dari teknologi semacam ini, orang akan menilai anda yang tidak-tidak."Solusi yang dinilai tepat untuk kasus seperti ini adalah mungkin sebuah software yang memungkinkan seseorang untuk tetap terhubung hanya dengan orang-orang yang mereka inginkan. Misalnya, atasan atau anggota keluarga.Microsoft dalam hal ini belum menyiapkan rencana untuk membantu pemecahan masalah 'information overload' tetapi Caposella mengatakan, versi terbaru Office yang keluar sedianya tahun depan memungkinkan orang untuk mendapatkan pemecahan masalahnya."Dengan Office 12, kami akan membuat pengguna jadi lebih efektif dalam mengatur mekanisme komunikasi," demikian Caposella mengakhiri.Sementara menurut Russel, "Paradoks kehidupan modern adalah multitasking. Namun dalam kasus-kasus tertentu hal ini justru menghambat produktivitas." (ien/)





Hide Ads