Sabtu, 16 Jun 2018 17:21 WIB

Uber-nya China Mulai Agresif, Australia Jadi Sasaran

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Aplikasi Didi Chuxing. Foto: Gettyimages Aplikasi Didi Chuxing. Foto: Gettyimages
Jakarta - Didi Chuxing boleh saja tak terlalu populer di negara selain China, namun di negara asalnya itu mereka berhasil menyisihkan Uber. Dan kini mereka melebarkan sayapnya ke belahan dunia lain, yaitu Australia.

Australia juga akan menjadi negara barat pertama yang disinggahi oleh Didi Chuxing. Di Negeri Kangguru tersebut mereka juga akan langsung berhadapan dengan Uber, yang sudah jauh lebih dulu beroperasi di Australia, sehingga tak diketahui apakah mereka akan bisa menyingkirkan Uber kembali.

Di China sendiri, Didi Chuxing sukses 'memaksa' Uber berhenti beroperasi, dan kemudian membeli bisnisnya di negara tersebut, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Sabtu (16/6/2018).



Selain Australia, Didi Chuxing pun sudah berencana untuk mengekspansi ke negara lainnya, yaitu Amerika Latin dan Jepang. Di Jepang mereka membentuk sebuah usaha bersama dengan SoftBank.

"Pada 2018, Didi akan melanjutkan mengolah pasar di Amerika Latin, Australia, Jepang. Kami yakin kombinasi teknologi transportasi kelas dunia dan keahlian lokal akan menghasilkan pengalaman yang lebih baik di pasar luar negeri," tulis Didi dalam keterangannya. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed