Onno W. Purbo
'Microsoft Jangan Pakai Duit Rakyat'
- detikInet
Jakarta -
Masih soal rencana pembangunan pusat riset Microsoft di Indonesia, pakar internet Onno W. Purbo pun berkomentar. Menurutnya dana pendirian pusat riset itu, dan berbagai pendukungnya, harus murni dari Microsoft. "Satu hal yang saya harus clear-kan, kalau pusat riset Microsoft dibangun menggunakan duit rakyat Indonesia sebaiknya dibubarkan aja itu pusat riset Microsoft di Indonesia," ujar Onno tegas, saat dihubungi detikinet, Kamis (7/7/2005). Pusat riset Microsoft di Indonesia, menurut Onno, harus dibangun dengan sepenuhnya biaya dari Microsoft. Ia juga 'mewajibkan' Microsoft membayar 100 persen pajak ke negara, membiayai pendidikan dan training peneliti di pusat riset tersebut serta memberikan beasiswa bagi banyak mahasiswa di Indonesia. "Jangan sampai rakyat membiayai kuliah anaknya, rakyat membiayai training pendidikan anaknya, untuk kepentingan Microsoft. Itu menyebalkan, sama saja yang investasi rakyat yang ambil untung Microsoft," tukas mantan akademisi di Institut Teknologi Bandung ini. Jika 'syarat-syarat' itu tidak bisa dipenuhi Microsoft, Onno menyeru agar pemerintah mengembangkan teknologi sendiri. "Lebih baik rakyat Indonesia mengembangkan sendiri teknologi yang sifatnya terbuka alias open. Ini akan lebih tangguh di masa mendatang, karena tidak tergantung pada teknologi yang sifatnya proprietary (dimiliki pihak tertentu-red)," ia menjelaskan. Di komunitas teknologi informasi, Onno sudah dianggap 'sesepuh'. Ini karena aktivitasnya yang secara konsisten mempromosikan teknologi murah bagi rakyat. Meski mengaku tidak fanatik terhadap teknologi tertentu, Onno juga kerap mempromosikan software Open Source. "Saya mainan Linux buat minterin rakyat Indonesia biar bisa mandiri, bukan buat sekadar IGOS (Indonesia Goes Open Source-red) pemerintah,"Program IGOS dicanangkan oleh pemerintah sejak 2004 sebagai upaya memberi teladan penggunaan Open Source di kalangan pemerintahan. Belakangan program tersebut harus 'bersaing' dengan wacana pemutihan software bajakan di kalangan pemerintah. Dalam kesempatan yang sama Onno juga mengkritik upaya penegakan hukum terhadap pengguna software bajakan. "Kalau mau menegakkan hukum ya harus fair, harus merata ke semuanya. Jangan cuma beraninya sama rakyat yang kecil-kecil," pemegang gelar doktor dari Kanada itu menambahkan. Foto: Onno W. Purbo disela-sela sebuah seminar. Fotografer: Tim Detikinet
(wsh/)