Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pengembang Microsoft Diajak Hijrah ke Linux?

Pengembang Microsoft Diajak Hijrah ke Linux?


- detikInet

Jakarta - Para pengembang software yang menggunakan Microsoft Visual Studio .Net ditawarkan plug-in agar bisa mengembangkan aplikasi web di Linux. Ajakan hijrah?Berjulukan Grasshopper, piranti gratis bernama Visual MainWin untuk J2EE Developer Edition ini dirancang untuk menghubungkan pengembangan Visual Studio ke Linux dan J2EE server. Grasshopper dirancang oleh Mainsoft dan diharapkan bisa menjadi Integrated Development Environment (IDE) Linux pertama yang berbasis Visual Studio.Software ini memungkinkan para pengembang untuk mengembangkan, meneliti dan menyebarkan aplikasi web dan layanan web untuk Windows, Linux dan sistim yang mendukung Java lainnya dengan menggunakan software Visual Studio, C# dan Visual Basic.Net.Sasaran Grasshopper adalah pengembang individual dan kelompok kecil. Piranti tersebut menyediakan akses untuk fitur enterprise seperti kemampuan multi CPU dan server J2EE, termasuk WebSphere, JBoss dan WebLogic.Grasshopper merupakan hasil dari kolaborasi Mainsoft dengan Mono selama dua tahun. Mono adalah sebuah komunitas yang mengembangkan versi Open Source dari platform Microsoft .Net."Banyak pengembang independen menggunakan Visual Studio agar bisa segera memasarkan aplikasi komersial, namun kemudian mereka terjebak harus membayar harga yang meningkat terus-menerus karena hanya menawarkan versi Windows," kata Yaacov Cohen, presiden dan Chief Executive Mainsoft seperti yang dikutip dari Vnunet oleh detikinet, Rabu (06/07/2005).Sedangkan dengan Grasshopper, ujar Cohen, pengembang bisa memanfaatkan dua keunggulan. "Produktifitas tinggi dari Visual Studio dan penerapan yang luas dari J2EE, termasuk Windows dan Linux," ujar Cohen. (wsh/)





Hide Ads