Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Proyek IGOS untuk Dunia Akhirat?

Proyek IGOS untuk Dunia Akhirat?


- detikInet

Jakarta - Indonesia Goes to Open Source (IGOS) yang setahun lalu sempat didengung-dengungkan, lambat laun hampir tak terdengar riaknya. Maraknya sweeping, penyitaan dan penyegelan badan usaha yang menggunakan software bajakan, membuat beberapa pihak berpikir untuk beralih ke open source. Ada yang mengatakan momen tersebut akan jadi titik balik IGOS. Bahkan ada yang mengatakan sebagai proyek dunia akhirat. Wuihhh!Menurut Kemal Prihatman, anggota tim IGOS Kementrian Riset dan Teknologi, program IGOS difungsikan sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat tentang masalah aplikasi berlisensi. IGOS ditujukan sebagai pilihan. "Kalau punya uang silakan beli software lisensi, kalau nggak pakai alternatif open source," jelas Kemal ketika dihubungi detikinet Jumat (1/7/2005).IGOS menurut Kemal adalah inisiatif pemerintah mengantisipasi kebutuhan software. "IGOS itu inisiasi saja kalau pemerintah juga bisa," jelasnya. Dilain tempat, Bhra Eka Gunapriya Presiden Direktur PT Sun Microsystem Indonesia pernah mengatakan, dengan menggunakan software open source akan lebih bebas dalam berkarya. Hal itu dianggap bertolak belakang dibanding software proprietary (berlisensi-red). "Lebih merdeka dalam berinovasi," katanya.Menurutnya, uang dari hasil pembelian software proprietary, 90 persennya dialokasikan untuk biaya inovasi negara asal. Sedangkan sepuluh persen sisanya, dialokasikan ke Indonesia. "Lain hal apabila kita membeli software open source, 90 persen uangnya digunakan untuk inovasi negara kita, sisanya 10 persen ke GPL," paparnya.Bhra juga menyemangati sosialisasi penggunaan software open source. "Kita tidak perlu takut dengan open source. Bukan dari negara terbelakang kok, tapi dari negara maju," kata Bhra. "Open source itu proyek dunia akhirat kita," ujarnya."Mumpung HaKI sedang ditekan, saatnya beralih ke open source," tegasnya. Menurut Bhra, inovasi teknologi akan lebih berkembang apabila dilakukan secara terbuka. Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kemal, teknologi informasi diperkirakan akan mengalami peningkatan dengan teknologi terbuka. "Ayo kita bandingkan, antara sumber terbuka dengan yang tidak, mana yang lebih tinggi inovasi dan kreativitasnya?" tantangnya.Keterangan Foto:Bhra Eka Gunapriya, Presiden Direktur PT Sun Microsystem Indonesia. Fotografer: Tim Detikinet.com. (rou/)






Hide Ads