Rabu, 21 Mar 2018 11:57 WIB

Hari Tanpa Bayangan Ganggu Sinyal, Ini Kata Operator

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Rachman Haryanto/detikcom Foto: Rachman Haryanto/detikcom
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan
Jakarta - Hari tanpa bayangan yang terjadi siang ini, Rabu (23/3/2018), dikatakan Lembaga Penerbangtan dan Antariksa Nasional (LAPAN), berpotensi mengganggu sinyal telekomunikasi. Operator seluler pun memberikan tanggapannya.

"Soal hari tanpa bayangan memang punya potensi mengganggu sinyal tapi hanya yang di-support oleh satelit saja," ujar Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati.

Sementara itu, layanan yang memanfaatkan jaringan fiber optik, tidak akan mengalami gangguan sama sekali. Adita menegaskan, gangguan yang menggunakan satelit juga tidak akan berdampak panjang.



Selain itu juga, pelanggan yang terdampak dengan peristiwa alam ini juga tidak terjadi di seluruh Indonesia, melainkan yang berada di pelosok saja yang memanfaatkan teknologi satelit.

"Pelanggan yang terkena dampak ini adalah yang berada di wilayah yang menggunakan backbone satelit saja, yang umumnya ada di daerah-daerah remote," kata Adita.

"Tidak perlu khawatir, gunakan saja layanan seperti biasa. Kalaupun ada gangguan, maksimal hanya terjadi lima menit," ucapnya menambahkan.

Kalau Telkomsel menyatakan akan ada sedikit gangguan, XL justru sama sekali tidak mengalami persoalan tersebut. Ini dikarenakan, operator ini tidak memanfaatkan teknologi satelit.

"Nggak, biasa saja, normal seperti biasa karena kita pakai fiber optik. Sejauh ini layanan kita masih normal. Kita pastikan aman," ungkap Head of External Communications XL Axiata Henry Wijayanto.



Sementara itu, terkait dampak hari tanpa bayangan terhadap layanan Indosat Ooredoo, secara teknis, fenomena ini memberikan efek terhadap seluruh pengguna layanan satelit di Bumi yang disebut dengan 'sun outage' yang telah diketahui bersama di industri dan komunitas satelit sebagai hal yang biasa terjadi setiap tahun.

Efek sun outage dapat berupa gangguan noise (suara dan gambar) karena sinyal yang dipancarkan satelit ke antena pengguna satelit di Bumi, terganggu oleh pancaran sinar matahari, yakni saat matahari, satelit dan antenna pelanggan di Bumi berada dalam satu garis lurus.

"Sebagai penyedia jasa satelit, Indosat Ooredoo selalu memberikan pemberitahuan jauh hari kepada pelanggan satelitnya tentang akan terjadinya sun outage ini seperti prediksi waktu, kapan puncaknya, dan sebagainya, sehingga pelanggan satelit mengetahui kejadian ini dan dampaknya terhadap layanan para pelanggan," tutur Deva Rachman, Group Head Corporate Communications.

Hari Tanpa Bayangan Ganggu Sinyal, Ini Kata OperatorSalah satu layanan TV kabel mengalami sun outage (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)


Indonesia, disebutkan LAPAN, mengalami hari nir bayangan sebanyak dua kali pada tahun ini, yaitu pada 21 Maret dan 23 September 2018. Daerah-daerah yang berada dilalui garis khatulistiwa akan mengalami fenomena alam ini.

Peristiwa hari tanpa bayangan terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

Bidang edar Bumi disebut sebagai bidang ekliptika. Bidang ini miring sebesar 23,4 derajat terhadap bidang ekuator Bumi. Karenanya, Matahari tampak berada di atas belahan Bumi utara selama sekitar setengah tahun dan berada di atas belahan Bumi selatan setengah tahun sisanya.

"Perubahan posisi tampak Matahari menyebabkan perubahan musim di Bumi, misalnya empat musim di daerah subtropis dan juga musim kering-basah di wilayah Indonesia," jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto. (rns/rns)
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed