Kamis, 15 Mar 2018 12:03 WIB

Google Mau Razia Semua Iklan Berbau Bitcoin, Kenapa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Lambang Bitcoin. Foto: Reuters Lambang Bitcoin. Foto: Reuters
Jakarta - Kebijakan baru yang akan dijalankan oleh Google membuat semua produk yang dimilikinya bersih dari segala bentuk iklan yang terkait dengan cryptocurrency atau mata uang digital seperti Bitcoin.

Google baru saja memperbarui kebijakannya terhadap iklan yang berkaitan dengan layanan keuangan. Hal ini berbuntut pada pemblokiran seluruh iklan yang memiliki hubungan dengan cryptocurrency, seperti initial coin offering (ICO), dompet digital, hingga sarana dalam melakukan perdagangan.

Keputusan tersebut berlaku untuk semua pihak yang bermain di sektor mata uang digital. Hal ini membuat perusahaan terlegitimasi dalam penawaran cryptocurrency pun tidak luput dalam pelarangan pemasangan iklan di semua produk milik Google.



Dalam keterangan di situs resmi miliknya, pihak Google menyatakan bahwa implementasi kebijakan baru ini akan mulai dijalankan pada Juni 2018 mendatang.

"Kami tidak bisa memprediksi masa depan cryptocurrency akan menjadi seperti apa," ujar Scott Spencer, Director of Sustainable Ads Google, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Kamis (15/3/2018).

"Tapi kami sudah melihat cukup banyak kerugian konsumen maupun potensi bahaya bagi pelanggan di dalam sektor yang kami sangat berhati-hati dalam menanganinya," ia menambahkan.

Pendekatan Google dalam menanggapi kemunculan iklan berbau mata uang digital pun serupa dengan Facebook. Jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini sebelumnya memutuskan untuk menjatuhi hukuman terhadap iklan yang memiliki keterkaitan dengan cryptocurrency pada awal 2018.

Pada 2017 lalu, Google mengaku telah berhasil menyingkirkan lebih dari 3,2 miliar iklan yang melanggar kebijakannya. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pada 2016 yang berada di kisararan 1,7 miliar.

Iklan di Google pun menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar bagi induk perusahaannya, yaitu Alphabet. 84% dari total pendapatannya pada Kuartal IV 2017 berasal dari iklan, sedangkan menyusul di belakangnya adalah sektor teknologi cloud (14,5%). (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed