Ponsel Bertombol Besar Khusus untuk Buta Tuli
- detikInet
Jakarta -
Bisa bayangkan betapa sulitnya bagi orang-orang dengan kesulitan pendengaran dan penglihatan untuk memakai alat-alat berteknologi canggih. Kini hak mereka diperhatikan untuk mendapat disain teknologi yang nyaman untuk mereka.Menurut penelitian yang dilakukan National Charity Sense, sebagian besar orang-orang yang kehilangan kemampuan lihat dan dengar merasa kesulitan saat harus menggunakan alat-alat rumah tangga. Terutama untuk alat-alat sarat teknologi yang banyak digunakan sehari-hari, seperti remote control, penanak nasi, ponsel dan mesin cuci.Penelitian yang dilakukan Sense ini diadakan di Inggris untuk memperingati hari jadi 50 tahun 'Deafblind Awareness Week'.BBC yang dikutip detikinet, Selasa (28/6/2005) melansir, meski 23 ribu orang tuli dan bisu Inggris sangat tergantung pada teknologi untuk perangkat komunikasi, akses informasi dan kebebasan mendapatkannya dirasa kurang memuaskan.Beberapa hal yang dirasakan mengganjal diantaranya adalah minimnya bantuan saat akan membeli barang; tidak tersedianya informasi alternatif dalam format audio maupun huruf Braille; kecenderungan model ponsel yang semakin kecil; cetakan huruf pada instruksi manual terlalu kecil.Sense mengatakan, jika sebagian produk-produk teknologi didisain khususuntuk kaum buta tuli, maka teknologi tersebut akan juga berguna untukorang-orang yang menderita salah satunya -- buta saja atau tuli saja.Pihak Sense juga menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperhitungkan bagi perusahaan untuk memperbaiki disain produk mereka khusus untuk penderita tuli dan buta:Mendapatkan saran-saran dari penderita buta tuli akan langkah-langkahpendisainan yang baik. Menggunakan tombol-tombol yang didisain besar-besar dan lebih menonjolagar mudah untuk dirasakan. Menggunakan teks besar dan berwarna agar mudah dibedakan dengan warnalatar tombol. Penggunaan layar besar untuk ponsel dan memungkinkan pengguna untukmengatur ukuran teks sesuai selera. Memastikan konsistensi pengoperasian alat sehingga tidak menyulitkanpengguna. Memastikan instruksi manual ditulis dalam bahasa Inggris yang sederhanadan dibantu dengan ilustrasi gambar. Baiknya tersedia dalam berbagaiformat, misalnya audio maupun huruf Braille. Pihak National Charity Sense juga mengimbau pemerintahnya untuk turut turun tangan jika alat-alat semacam itu hanya mencakup pangsa pasar yang sempit.Selain itu, diharapkan juga pemerintah Eropa dapat turut serta memastikan alat-alat tersebut terjangkau bagi para penyandang buta tuli.
(epi/)