Oleh karena itu, Uber sebagai layanan transportasi online bekerja sama dengan sebuah organisasi perawatan kesehatan meluncurkan Uber Health untuk memudahkan masyarakat mendapatkan transportasi seperti ke rumah sakit hingga pusat rehabilitasi.
Untuk mengaksesnya, pengguna yang tak memiliki aplikasi Uber pun bisa tetap memesan, karena Uber memungkinkan petugas kesehatan yang memesan perjalanan bagi si pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan untuk memenuhi standar privasi medis yang sudah ditentukan oleh undang-undang federal HIPAA, pengemudi tidak akan mengetahui jika penumpangnya tersebut menggunakan Uber Health.
Pengemudi hanya akan tahu nama penumpang, alamat penjemputan dan tujuannya.
"Bagi banyak orang, perjalanan Uber pertama mereka akan melalui Uber Health, jadi kami berkomitmen untuk menyediakan alat pendidikan yang diperlukan yang memastikan setiap pasien merasa nyaman dan aman selama perjalanan mereka," tulis Uber yang dilansir detikINET dari CNET, Jumat (2/3/2018).
Uber mengatakan bahwa lebih dari 100 organisasi perawatan kesehatan sudah menggunakan Uber Health sebagai bagian dari program beta. Belum diketahui apakah layanan ini bakal diluncurkan di luar AS. (jsn/fyk)