Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ingin \'Merdeka\' di Bidang TI
Komunitas TI Susun 'Deklarasi Bandung'
Ingin \'Merdeka\' di Bidang TI

Komunitas TI Susun 'Deklarasi Bandung'


- detikInet

Jakarta - Meminjam semangat Konferensi Asia Afrika, yang baru saja genap 50 tahun, sekelompok komunitas teknologi informasi akan menyusun 'Deklarasi ICT Bandung'. Merdeka?Selasa dan Rabu ini (3-4 Mei 2005) akan digelar konferensi bertajuk 'ICT untuk Indonesia' di Institut Teknologi Bandung. 'Deklarasi ICT' rencananya akan disempurnakan dan dibacakan dalam acara itu.Demikian diungkapkan oleh Suhono Harso Supangkat, Ketua Umum panitia konferensi tersebut, kepada detikinet, Senin (02/05/2005). "Kita ingin lebih menggugah. Mendeklarasikan kebangkitan teknologi informasi di Indonesia, bagaimana supaya pembangunan ICT lebih efisien dan efektif," tuturnya.Resminya deklarasi itu diberi nama 'Deklarasi Pembangunan TIK Menuju Masyarakat yang Berpengetahuan'. Deklarasi itu mendapat julukan 'Dasa Sila Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bandung' karena akan dibacakan di Bandung.Suhono mengakui nama tersebut 'dipinjam' dari Dasa Sila Bandung yang terkenal. Dasa Sila Bandung adalah julukan bagi dokumen bersejarah hasil Konferensi Asia Afrika (KAA) pertama di Bandung, 1955. Dokumen tersebut konon merupakan benih pemikiran untuk mendirikan negara Non-Blok. Sebuah sikap kemandirian dan ketidakberpihakan dari negara-negara yang cenderung 'disingkirkan' dalam peta politik Internasional.'Ruh' itulah yang, menurut Suhono, ingin diadopsi oleh Dasa Sila ICT Bandung. "Dasasila itu kan kesadaran kita (Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika -red.) untuk membangun bersama-sama. Komitmen kita untuk menghancurkan penjajahan. Nah, yang ini mungkin untuk penjajahan dalam bidang TI," Direktur Pusat Inkubator Bisnis ITB itu menjelaskan.Beberapa prinsip yang konon diusung dalam deklarasi itu, Suhono menjelaskan, termasuk prinsip kompetisi, regulasi yang transparan, e-leadership hingga akses yang luas.Rancangan deklarasi itu akan dibagikan pada peserta konferensi besok, Selasa (03/05/2005). Sedangkan pembacaannya direncanakan akan bertepatan dengan penutupan konferensi hari Rabu (04/05/2005).Berikut ini sepuluh butir pernyataan yang dikutip dari rancangan deklarasi tersebut:1. Peningkatan kemampuan dan pemahaman kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) para pemimpin di pemerintahan, instansi pendidikan, perusahaan, UKM dan LSM sehingga penerapan TIK selaras dengan tujuan masing-masing lembaga/perusahaan (e-leadership) demi kemakmuran bangsa.2. Percepatan penetrasi satuan sambungan layanan data dan suara secara nasional, sehingga kesenjangan digital antara daerah maju dan terpencil dapat diatasi.3. Peningkatan penerapan TIK yang sesuai dengan tujuan pembangunan dan perusahaan malalui prinsip tata kelola TIK yang baik (ICT Governance).4. Peningkatan pengelolaan usaha jasa operator jaringan dan layanan TIK yang optimal agar lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat 5. Peningkatan kemampuan usaha industri TIK perangkat lunak, keras dan konsultasi nasional.6. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia TIK di berbagai level, mulaidari skill dan knowledge, perencanaam, pengoperasian, perawatan dan pengawasan.7. Peningkatan kerjasama pemerintah, universitas, masyarakat dan dunia industri dalam pengembangan TIK. 8. Peningkatan penerapan TIK untuk pemerintahan dan pelayanan publik yangbersih, transparan dan efisien.9. Peningkatan muatan (konten) informasi yang memberikan dampak yang baikterhadap produktifitas, moral dan budaya bangsa.10. Peningkatan regulasi TIK dan pengawasannya, sehingga lebih transparan dan menumbuhkan sistem kompetisi yang sehat bagi para operator jaringan dan pelayanan. (wsh/)





Hide Ads
LIVE