Terkait Rencana Melepas VB6
Komunitas 'Mengemis' ke Microsoft
- detikInet
Jakarta -
Keputusan Microsoft untuk menghentikan dukungannya untuk Visual Basic 6, menuai reaksi dari para programer. Lebih dari 100 programer berkoalisi untuk mengajukan petisi kepada Microsoft.Para programer tersebut merupakan anggota dari program Microsoft bertajuk Most Valuable Professional (MVP). Ini adalah program pemberian penghargaan bagi anggota komunitas teknis, atas partisipasi mereka dalam membantu sesama dalam meningkatkan kemampuan teknisnya.Dikutip dari Cnet News.com, Selasa (15/3/2005), dalam petisinya para anggota MPV mengklaim, tindakan Microsoft dapat mematikan aktivitas pengembangan jutaan aplikasi berbasis Visual Basic 6 (VB6). Selain itu, banyak programer yang belum fasih dengan bahasa pemrograman yang lebih baru, sehingga mereka dikhawatirkan akan terdesak. Akhir bulan ini, Microsoft akan menghentikan dukungannya untuk VB6. Ini berarti segala bentuk dukungan teknis dan update terbaru, tidak lagi diberikan secara cuma-cuma. Kedua bentuk layanan tersebut akan berbayar, selama jangka waktu tiga tahun ke depan.Harapan para anggota MVP ini tidak hanya menyoal dukungan Microsoft terhadap VB6 saja. Microsoft juga diharapkan akan mengembangkan bahasa pemrograman terbaru dalam platform Visual Basic.Net."Dengan menyediakan versi baru dari Visual Basic berbasis COM di Visual Studio IDE, Microsoft akan membantu melestarikan nilai dari kode program yang dimiliki para kliennya saat ini, menunjukkan komitmennya pada bahasa Visual Basic, dan menyederhanakan pengadopsian VB.NET oleh mereka yang menginginkan hal itu," papar pernyataan pada petisi. Salah satu programer berujar, ketika Microsoft membuat bahasa pemrograman Visual Basic.Net (Visual Basic 7) sebagai penerus VB6, hal itu mematikan satu bahasa pemrograman dan menggantinya dengan bahasa yang sama sekali berbeda. "Sangatlah tidak mungkin memigrasikan aplikasi-aplikasi VB6 ke VB.Net, dan bagi para programer VB6, belajar VB.Net sama rumitnya seperti mempelajari bahasa pemrograman baru," kritik dari salah satu programer.Microsoft mulai memperkenalkan VB.Net di tahun 2000, dan sejak saat itu jumlah programer yang menggunakan VB6 dan versi sebelumnya menurun perlahan. Sebuah survei menunjukkan, banyak di antara mereka bukannya beralih ke VB.Net, tapi malah ke bahasa pemrograman non-Microsoft seperti Java.Bulan November 2004 misalnya, survei yang diselenggarakan Evans Data menunjukkan, para programer di Eropa, Timur Tengah dan Afrika menunjukkan adanya penurunan penggunaan Visual Basic sebesar 25 persen, sejak tahun 2003.Di Amerika Utara, kebanyakan programer VB6 melanjutkan penggunaan bahasa pemrograman tersebut berikut versi terdahulunya. Data menunjukkan, 45 persen programer di Amerika Utara masih menggunakan VB6 dan 34 persen yang menggunakan Visual Basic.Net. Di Amerika Utara 54 persen programer menggunakan bahasa Visual Basic.Banyaknya argumen yang dilontarkan para praktisi mengenai hal ini, memang tampak masuk akal. Akankah mendorong Microsoft untuk mengubah keputusannya?
(nks/)