Kamis, 15 Feb 2018 13:11 WIB

Penipuan Hadiah Go-Jek Masih Makan Korban

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Modus penipuan mengatasnamakan Go-Jek masih memakan korban. Salah satu korban bernama Ayunda, melaporkan dirinya baru saja mengalami penipuan bermodus hadiah dari Go-Jek.

Aksi penipuan dimulai ketika Ayu mendapat telepon dari seseorang yang menginformasikan dirinya mendapat hadiah Rp 1,5 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan.

"Masih ragu-ragu kan, beneran atau nggak. Terus orang itu menawarkan mau ditransfer via rekening atau Go-Pay. Saya bilang via Go-Pay aja kalau memang beneran menang," tutur Ayu menceritakan kronologis kejadian, Kamis (15/2/2018).

Kemudian si penelepon menanyakan apakah dirinya menerima SMS dari Go-Jek berisi 4 digit angka atau tidak. Saat dicek, ternyata memang ada SMS yang dimaksud si penelepon.

"Lihat SMS itu mulai agak percaya karena pengirimnya dari Go-Jek kan. Dan dia minta 4 digit kode itu saya kasih. Selanjutnya saya terima SMS lagi dari Go-Jek berisi 6 digit angka," runutnya.

Namun yang terjadi selanjutnya, si penelepon memintanya untuk mengisi ulang saldo Go-Pay sebesar Rp 250 ribu. Disebutkan si penelepon, itu adalah syarat saldo minimal untuk bisa menerima hadiah undian.

Penipuan Hadiah Go-Jek Masih Makan Korban SMS verifikasi atas nama Go-Jek


"Mulai curiga soalnya maksa gitu. Orangnya minta saya harus isi ulang saldo saat itu juga, sementara saya gak bisa karena lagi banyak kerjaan. Dia bahkan sampai nelepon lagi buat mastiin kapan mau isi saldo. Karena ngeselin akhirnya saya bilang batalin aja deh hadiahnya," terangnya.

Sialnya, meski sudah berupaya menolak 'hadiah' yang dijanjikan, Ayu tetap menjadi korban. Tak lama setelah meminta si penelepon membatalkan hadiah, Ayu menyadari saldo Go-Pay di akun Go-Jek miliknya terpotong.

"Saldo Go-Pay saya tadinya Rp 78 ribu tersisa Rp 3 ribu, poin saya juga berkurang dan nomor ponsel yang dipakai di aplikasi Go-Jek juga berganti sendiri," sesal Ayu.

Kejadian ini sudah dilaporkan Ayu ke pihak Go-Jek, namun sejauh ini dirinya masih menunggu kabar pemulihan akunnya, mengingat laporan diproses paling lama 2x24 jam.

"Saldo saya yang sudah terpotong tidak bisa diganti karena saya sudah kasih 4 digit angka yang dikirimkan melalui SMS dari Go-Jek. Saya tanya kok bisa sih saya nerima SMS resmi dari Go-Jek kalau itu memang penipuan. Kata pihak Go-Jek karena seseorang memasukkan nomor saya ke aplikasi Go-Jeknya dan meminta perubahan nomor," terangnya.

Kasus penipuan mengatasnamakan Go-Jek mulai marak terjadi pada 2017, dengan menyasar fitur kode verifikasi dan membuat saldo Go-Pay korban terkuras.

Go-Jek pun pernah angkat bicara soal ini. Saat itu, Go-Jek menjelaskan bahwa pihaknya kini membuat sistem di mana pengguna tidak perlu memasukkan password ketika ingin memasukkan ke akunya. Sebagai gantinya, akan diberikan kode verifikasi.

Perusahaan ride sharing ini menyarankan agar pengguna selalu mengecek kebenaran informasi yang mengatasnamakan Go-Jek ke layanan konsumen dan tidak mudah memberikan kode verifikasi, agar jangan sampai menjadi korban selanjutnya. Namun nyatanya, hal ini belum tersosialisasi dengan baik di kalangan pengguna.

Ditambah lagi, pelaku kejahatan semakin gencar melakukan aksinya sehingga sulit membedakan apakah kode verifikasi tersebut dimanfaatkan untuk penipuan atau tidak.

"Saya jujur kecewa karena semudah itu penipuan dilakukan dengan mengatasnamakan Go-Jek. Apalagi didukung dengan SMS resmi dari Go-Jek, siapapun juga nggak nyangka kalau itu bagian dari modus penipuan. Tolong ke depannya bisa ditindaklanjuti dan lebih aman lagi," harap Ayu.

detikINET berupaya menghubungi pihak Go-Jek terkait isu ini, namun sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Go-Jek. (rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed