Jumat, 19 Jan 2018 19:55 WIB

Sosialisasi Anggaran Pemerintah, Singapura Gandeng Selebgram

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Ist/Internet Foto: Ist/Internet
Singapura - Dinilai efektif menyampaikan informasi program pemerintah kepada masyarakat, Singapura pun menggandeng para influencer di Instagram. Cara unik yang dilakukan Pemerintah Singapura ini untuk menyoalisasikan Anggaran Negara 2018 kepada publik.

Kementerian Keuangan Singapura (MOF) bekerjasama dengan 50 selebgram untuk mempromosikan proses anggaran negara tahun ini dalam postingannya. Selebgram yang digaet ini rata-rata memiliki 1.300-35.000 followers di Instagramnya.

Juru bicara MOF berharap dengan kampanye digital ini terkait program Anggaran 2018, dapat menjangkau sekitar 225 ribu pengguna di Instagram, di mana diantaranya anak muda yang banyak berkecimpung di internet.

"Ini adalah cara yang efektif untuk melibatkan anak muda," ujar juru bicara MOF, seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (19/1/2018).

[Gambas:Instagram]



MOF tidak menjelaskan berapa besar biaya yang dialokasikan oleh pihaknya untuk menggandeng influencer tersebut. Begitu juga soal bagaimana mereka dapat melihat dampak kampanye digital ini.

Untuk meminang para selebgram itu, MOF bermitra dengan perusahaan pemasaran bernama StarNgage.

[Gambas:Instagram]



Chief Community Officer StarNgage Terrence Ngu mengatakan kampanye digital ini telah berlangsung lebih dari satu bulan. Para selebgram ini memposting soal Anggaran 208 dan membagi link terkait. Kendati demikian, cara MOF menggaet selebgram belum terlihat hasilnya dengan jelas.

Mengenai persoalan di atas, Ngu mengatakan bahwa indikator kinerja utama dari kampanye tersebut adalah kesadaran masyarakat, di mana diukur dari potensi jangkauan influencer dan jumlah followers-nya, begitu juga soal like dan comment di akun mereka.

Kepala Program Komunikasi di Singapore University of Social Science Brian Lee mengugkapkan ide Pemerintah Singapura untuk menyoalisasikan programnya dinilai cerdas. Namun, menurutnya, media sosial juga memiliki keterbatasan.

"Tapi untuk membangkitkan kesadaran adalah awal yang baik. Orang Singapura yang lebih muda akan memiliki cara untuk mencari informasi terkait setelah mereka mengetahui masalah ini," katanya. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed