Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
5 Sosok Sederhana yang Bikin Kagum Bill Gates

5 Sosok Sederhana yang Bikin Kagum Bill Gates


Muhamad Imron Rosyadi - detikInet

Foto: Instagram
Jakarta - Bagi Bill Gates, pahlawan selalu hadir di tiap sendi kehidupan manusia, tak peduli siapa dan dari mana mereka berasal. Lewat tulisan blog baru-baru ini, Bill menceritakan beberapa orang yang dianggapnya sebagai pahlawan karena berhasil membawa perubahan bagi dunia.

"Nama-nama ini, dan jutaan orang lain seperti mereka, merupakan pembawa perubahan di Bumi. Saya pun tidak dapat menemukan kata yang lebih tepat selain pahlawan untuk mendeskripsikan mereka, walaupun mereka mungkin dengan rendah hati akan menolak jika disebut seperti itu," tulisnya.

"Mereka hanya sedikit orang yang memaksimalkan talenta miliknya untuk melawan kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, serta memberikan kesempatan hidup lebih baik bagi generasi berikutnya. Izinkan saya mengucapkan terima kasih untuk mereka, dunia menjadi lebih indah karena kalian semua," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Bill Gates, yang dikenal luas sebagai seorang dermawan, menjadi pilantrofi bukanlah hal sulit, sebagaimana dilansir detikINET dari tulisan blog miliknya yang berjudul "No masks or capes, but these heroes are saving the world" pada Kamis (11/1/2018).

Meski memiliki sebuah yayasan yang membantu untuk memperbaiki kehidupan di dunia, pendiri Microsoft ini mengatakan bahwa hal tersebut hanya pengorbanan kecil dibanding tindakan dan kerja keras dari orang-orang tersebut.

Berikut kisah lima orang yang disebutnya sebagai pahlawan.

Segenet Kelemu

Foto: Instagram
Seorang perempuan yang tumbuh besar di daerah miskin di Ethiopia, dengan masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani. Ia sempat melihat kawanan belalang memusnahkan tanaman milik warga, yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Kejadian tersebut pun membuatnya bersumpah untuk membantu para petani agar mampu menghasilkan lebih banyak panen dan penghasilan. Ia pun memutuskan untuk mempelajari agrikultur, dan menjadi perempuan pertama di daerahnya yang berhasil mendapat gelar sarjana.

Setelah selama 25 tahun bekerja sebagai ahli patologi tanaman, ia pun kembali ke Afrika pada 2007 untuk memimpin para ilmuwan muda dalam membantu petani kecil di seluruh dunia sebagaimana cita-cita masa kecilnya.


Mathew Varghese

Foto: istimewa
Pemusnahan wabah polio di India pada 2011 merupakan salah satu pencapaian terbesar di sektor kesehatan publik. Meskipun tidak ada lagi kasus baru di negara tersebut, ribuan orang yang sembuh dari polio sempat hidup dengan 'sisa-sisa' dari penyakit ini.

Peran Dr. Mathew Varghese pun menjadi vital dalam menangani masalah ini. Seorang ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit St. Stephens di Delhi ini memberikan operasi bagi para pasien polio untuk memberikan mereka kemampuan bergerak yang lebih baik.

Kabar baiknya, ia pun sudah tidak memiliki pasien untuk ditangani yang berkaitan dengan kasus tersebut.


Ada Okoli

Foto: istimewa
Pada 2014, Ada Okoli, seorang dokter asal Nigeria, sempat menghiasi tajuk utama di media-media mancanegara saat ia terinfeksi Ebola kala merawat pasien-pasiennya.

Kini, setelah ia berhasil melawan penyakitnya tersebut, Ada memilih untuk mendedikasikan karirnya dalam melakukan riset, perawatan, serta pencegahan pada penyakit-penyakit epidemik.


Anna Rosling

Foto: istimewa
Ia merupakan co-founder dari Gapminder, organisasi yang membantu untuk mencapai MDGs (Millennium Development Goals), program PBB dengan tujuan antara lain mengatasi masalah sosial, kesehatan dan pendidikan di dunia. Anna kerap menggunakan seni dan sains dalam memberikan pandangan terhadap dunia yang lebih luas.

Salah satu karya yang paling disukai oleh Bill Gates adalah Dollar Street, kumpulan foto yang memperlihatkan potret kehidupan orang-orang di seluruh dunia.

Camille Jones

Foto: istimewa
Peraih penghargaan Washington State Teacher of the Year 2017 ini dibesarkan di Quincy, Washington, Amerika Serikat. Ia mulai menjadi guru di kampung halamannya pada 2010.

Dalam mengajar, Camille cenderung menggunakan metode praktik bagi murid-muridnya. Ia pun dianggap berhasil dalam memberikan mimpi yang lebih besar bagi anak-anak dengan memperlihatkan apa yang bisa didapat dari sains, teknologi, seni, hingga matematika, secara lebih luas.


(rns/rns)


TAGS





Hide Ads
LIVE