Sabtu, 11 Nov 2017 13:22 WIB

Mau Jadi YouTuber Tenar? Ini Tips Jitu dari Ahlinya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Acara YouTube Fanfest. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Acara YouTube Fanfest. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Jakarta - Jadi seorang YouTuber itu tidak hanya soal lucu dan jago videografi. Namun lebih bagaimana para kreator tersebut mampu membawa pesan yang baik dan bermanfaat bagi penontonnya.

Pemilihan konten yang tepat merupakan salah satu barang wajib bagi para YouTuber agar dapat masuk ke segmentasi masyarakat yang mereka inginkan. Hal tersebut yang berusaha dilakukan oleh Ria Ricis, perempuan asal Indonesia pertama yang berhasil mendapat predikat Gold Button.

"Kalau saya bikin konten yang terlalu serius, nanti banyak orang komplain macam-macam. Kalau saya bikin konten khusus untuk anak-anak, nanti para orang tua dari anak tersebut yang bisa marah-marah ke saya. Jadi saya berusaha untuk bikin konten yang aman tapi tetap menyenangkan," ujarnya.

Selain itu, karakter yang ingin ditampilkan dalam sebuah video pun harus konsisten sehingga para penonton dapat mengasosiasikan video tersebut dengan pembuatnya.

"Saya sudah tiga kali mengganti editor, bahkan sempat sampai saya yang pegang sendiri. Karena ini masalah karakter, yang menurut saya tidak sembarangan, jadi harus kelihatan," ia menambahkan.
Ria Ricis. Foto: Ria Ricis (instagram)

Lain halnya dengan Atta Halilintar, salah satu anggota keluarga Gen Halilintar, yang baru saja mendapat penghargaan Gold Button dalam acara YouTube FanFest. Lahir dalam sebuah keluarga besar membuatnya merasa perlu melibatkan saudara-saudaranya dalam berkarya.

"Keluarga kita itu bisa keren bareng-bareng dengan membuat karya. Contohnya kakak beradik Ranz Kyle dan Niana Guerrero, mereka berdua keren banget kalau saya bilang. Tapi jangan lupa, saya bikin video bertiga belas bareng-bareng sama keluarga saya. Menurut saya itu hal yang keren juga," katanya.

Selain itu, ia juga membahas mengenai betapa pesatnya perkembangan dalam dunia berbagi video seperti yang dihadirkan oleh YouTube karena para fans yang sangat loyal kepada idolanya.

"Fans itu menurut saya fanatik. Kemana pun idolanya pergi, mereka ikut. Apa saja yang dilakukan olehnya, mereka tiru. Makanya saya bilang, industri semacam YouTube ini sangat maju, bahkan mungkin akan menggeser televisi nantinya, sehingga mereka pun (industri televisi) juga akan pindah ke YouTube,"
tuturnya.

Hal senada diungkapkan Eka Gustiwana, seorang komposer yang dianggap sebagai jagoan sekaligus pionir speech composing di Indonesia. "Acara YouTube FanFest ini dapat memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara kreator dengan para fans di luar sana," ia mengatakan.

Terkait bagaimana ia berkarya, Eka mengatakan dibutuhkan kedekatan khusus antara diri sendiri dengan karya itu.

"Bikin karya itu harus yang dekat dengan dunia kita. Dulu saya sempat ingin menjadi seorang IT Professional, sampai saya berlangganan majalah-majalah teknologi untuk saya mendalami dunia tersebut. Namun, akhirnya saya menyadari bahwa passion saya itu sebenarnya ada di musik, IT bisa
dibilang cuma keren-kerenan aja di kepala saya. Maka akhirnya jadilah saya seperti ini," pungkasnya. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed