Kamis, 09 Nov 2017 19:41 WIB

Geber Ekspansi, Uber Juga Minat Jadi Agen Pajak Seperti Go-Jek

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Jakarta -
Warga Jakarta rata-rata terjebak macet selama 68 menit tiap hari, ditambah mereka masih memerlukan waktu sekitar 22 menit setiap harinya untuk mencari parkir.

"Jika diakumulasikan, masyarakat Jakarta membuang 22 hari dalam setahun hanya untuk bermacet ria dan berburu parkiran," ujar Chan Park, General Manager Uber untuk Asia Tenggara dan Utara.

Chan Park berkata demikian mengutip riset dari Boston Consulting Group. Hal itu diucapkan olehnya saat mengumumkan kerja samanya dengan Tokopedia untuk terus memperluas ekspansinya di Indonesia.

"Kerja sama ini kami lakukan untuk mengundang lebih banyak orang dalam memanfaatkan layanan integrasi aplikasi Uber dan Tokopedia dengan pilihan mobilitas yang aman dan terpercaya hanya dengan menekan satu tombol," kata Chan Park.

Dia menambahkan, mobilitas tinggi sudah bukan menjadi hal yang aneh di Jakarta. Maka dari itu, Uber berusaha memberikan sebuah value dari sebuah layanan ride sharing, yang tidak hanya menyediakan layanan menumpang kendaraan dan sampai di tempat tujuan.

"Dengan Uber, kami menawarkan solusi mengurangi kemacetan, dan juga polusi. Tak hanya itu, melalui fitur UberPool, kalian semua bisa menggabungkan dua rute sekaligus, yang dapat mengurangi jarak tempuh dari mobil. Bayangkan jika waktu yang sangat banyak tersebut dihabiskan bersama keluarga, teman, maupun kerabat, tentunya akan menjadi saat-saat yang berkualitas," Chan menjelaskan.

Dijumpai dalam acara konferensi pers peresmian kerja sama Uber dengan Tokopedia di EV Hive, Menteng, pada Kamis (9/11/2017), dia mengatakan bahwa Uber akan terus melakukan ekspansi di Indonesia.

"Ekspansi yang kami lakukan tak hanya memperluas layanan kami di kota-kota lain di Indonesia, tapi lebih mengenai bagaimana kami melakukan ekspansi terhadap lebih banyak segmentasi dan demografi masyarakat, sekaligus ditunjang dengan perluasan terhadap berbagai macam layanan yang berbeda-beda," ujarnya.

Ia juga mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan salah cara Uber melakukan ekspansi yang mereka maksud. Chan pun mengharapkan agar kolaborasi semacam ini dapat terus dilakukan.

"Ini hanya merupakan tahap awal, kami bersama Tokopedia tentunya mengharapkan sesuatu yang lebih besar dalam kerja sama ini nantinya," tuturnya.

Terkait persoalan tarif baru taksi online yang diusung pemerintah, serta sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menggandeng Go-Jek sebagai agen pajak untuk NPWP para pengemudinya, Chan mengatakan bahwa Uber akan terus bersikap kolaboratif dan kooperatif terhadap pemerintah.

"Kami akan selalu bersedia untuk membuka ruang diskusi dengan pemerintah, karena kami selalu ingin memberikan layanan transportasi yang terbaik," pungkasnya.
(rns/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed