Jumat, 03 Nov 2017 13:21 WIB

Connected Building Diklaim Bikin Gedung Bisa Hemat Daya 35%

Yudhianto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kemajuan teknologi dan digitalisasi pun mulai merambah ke sektor properti terutama bangunan commercial real estate.

Salah satunya dilakukan oleh Honeywell, yang menyodorkan teknologi bernama connected building. Penggunaannya dikkaim bisa memberi nilai lebih berupa penghematan 35% biaya operasional, sistem otomasi yang terintegrasi dengan internet of things (IoT), serta analisis tren ke depan dalam pengelolaan bangunan commercial real estate.

"Dulu orang bicara properti hanya soal lokasi, lokasi, dan lokasi. Nah sekarang kita lihat tren itu berubah. Lokasi tetap nomor satu, tapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan orang untuk melakukan investasi properti, terutama gedung," kata Dharma Simorangkir, Strategy & Market Development Director PT Honeywell Indonesia, dalam keterangannya.

Adapun faktor-faktor lain yang dimaksud antara lain adalah keamanan, efisiensi energi, perilaku konsumen, produktivitas, isu lingkungan, serta sistem yang terintegrasi dan otomatisasi.

Honeywell sendiri menerapkan teknologi connected building dengan konsep digital twin (kembaran digital). Teknologi ini akan memberikan gambaran menyeluruh (holistik) tentang seluruh aktivitas di gedung.

"Kami pasang sensor-sensor di seluruh gedung yang akan memberikan informasi holistik. misalnya, di lobi ada berapa lampu yang nyala, berapa pemakaian listrik di gedung itu, ada berapa orang berada di lobi itu. Ada berapa orang yang masuk lewat lobi utama," jelasnya

"Semua data itu dikumpulkan melalui sensor-sensor tadi, yang kemudian dikirimkan kepada software dan diintegrasikan dengan teknologi digital twin. Baru setelah itu dilakukan analisa," imbuh Dharma.

Ia sesumbar kalau teknologi ini sudah diterapkan di menara tertinggi di dunia, yakni Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab. Hasilnya, biaya operasional terutama energi termasuk listrik, air, dan sumber energi lainnya dapat dihemat 35% per tahun.

Tapi tak hanya itu, Honeywell sendiri mengklaim kalau kalau teknologi besutannya telah teruji pada lebih dari 10 juta gedung di penjuru dunia.

"Kami mencermati sedikitnya tiga dorongan untuk menerapkan teknologi ini yakni regulasi yang mulai mengarah pada efisiensi energi, kemudian harga energi yang cenderung dalam tren naik, serta sisi produktivitas dan kenyamanan pengguna," pungkas Dharma.

(yud/yud)


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed