Selasa, 24 Okt 2017 17:21 WIB

Mengenal Ivan Lanin, Nyasar ke Wikipedia Malah Jadi Ahli Bahasa

Pasti Liberti Mappapa - detikInet
Ivan Lanin (tengah baju coklat) dok. pribadi Ivan Lanin (tengah baju coklat) dok. pribadi
Jakarta - Membuka akun Twitter sudah jadi semacam ritual Ivan Lanin saban akhir pekan. Mulai pagi, satu per satu pertanyaan seputar Bahasa Indonesia dari para pengikutnya dibahas. Ia mengaku bisa sampai enam jam meladeni pengikutnya yang ingin berkonsultasi.

"Dulu tiap hari pulang kerja selama dua jam. Sekarang saya memilih membuka hari Sabtu atau Minggu. Kayak praktik dokter," kata Ivan.

Keterlibatan Ivan dalam menghidupkan Bahasa Indonesia dimulai secara tak sengaja. Ivan bahkan sebenarnya tak memiliki latar belakang pendidikan bahasa. Jika mencari informasi mengenai profilnya di internet, halaman Wikipedia menyebutnya sebagai pakar internet.

Pria asal Jakarta ini sejatinya adalah seorang insinyur teknik kimia dari Institut Teknologi Bandung. Lulus kuliah pada 1999, Ivan bekerja sebagai pemrogram komputer. Sampai pada 2006, Ivan harus membuat software untuk penghitungan pajak penghasilan.

"Saya nyasar ke Wikipedia ketika cari artikel tentang pajak penghasilan. Di versi Bahasa Inggris, artikelnya panjang, bisa sampai tiga kali scroll. Saat pindah ke versi Bahasa Indonesia, artikelnya pendek banget," kenangnya.

Minimnya informasi tentang pajak dalam Wikipedia bahasa Indonesia membuatnya tergerak untuk berkontribusi. Baru dua kalimat yang tersusun, Ivan terhenti. Ia sadar kemampuannya menulis bahasa Indonesia dalam ragam formal sangat terbatas.

"Itu membuat saya insyaf. Saya ini orang Indonesia, tapi lebih menguasai bahasa Inggris," ujar pria berdarah Minang itu.

Mulai saat itu, Ivan kembali mempelajari bahasa Indonesia. Hampir semua buku tentang bahasa Indonesia dibeli dan dipelajari. "Saya belajar otodidak," ujarnya.

Kini, komitmen Ivan menjadi spesialis bahasa dilakukannya dengan mengalokasikan waktu untuk para follower-nya di Twitter. Niat berbagi pengetahuan itu dilakukannya agar makin banyak orang yang bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar.

"Dulu waktu saya belajar bahasa, saya tidak ada tempat bertanya," ujar Ivan. "Saya berprasangka baik orang tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan benar karena tidak paham aturannya, bukan karena bandel."

Konsultasi bahasa via akun @ivanlanin rupanya menarik perhatian para pemilik akun Twitter. Sampai saat ini akunnya punya hampir 500 ribu follower. Beberapa di antaranya bahkan terbilang pengagum fanatik Ivan dengan menyebut diri mereka pengikut mazhab Ivan Lanin untuk sejumlah perbedaan pandangan dalam bahasa Indonesia.

Atas kontribusinya di bidang bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menganugerahkan penghargaan Pembina Bahasa Indonesia 2016 kepada Ivan sebagai Peneroka Bahasa Indonesia Daring.

Cerita selengkapnya tentang Ivan Lanin bisa dilihat di detikX melalui tautan berikut ini. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed