Teori Planet Kesembilan Hasil 'Curian' Matahari

Teori Planet Kesembilan Hasil 'Curian' Matahari

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Senin, 23 Okt 2017 17:20 WIB
Ilustrasi Planet Nine. Foto: istimewa
Jakarta - Sejak bukti keberadaan Planet Nine merebak, banyak teori yang bermunculan terkait asal-usul kemunculannya. Salah satu yang paling populer adalah planet tersebut merupakan hasil 'curian' Matahari yang terjadi pada lebih dari empat juta tahun silam.

Penelitian mengenai keberadaan Planet Kesembilan mulai dilakukan pada 2014 oleh California Institute of Technology (Caltech). Dua tahun kemudian, para peneliti menemukan beberapa objek di Sabuk Kuiper, gugusan material semacam es yang mengelilingi sistem tata surya, memiliki lintasan orbit aneh yang diyakini terpengaruh kehadiran Planet Kesembilan.

"Ini bisa jadi planet kesembilan yang sesungguhnya, sekaligus menjadi potongan puzzle berikutnya dari sistem tata surya kita. Saya sangat antusias untuk mencari potongan-potongan yang lain," ujar Mike Brown, salah satu peneliti dari Caltech.

Planet Curian?

April 2016, penelitian yang dipimpin Alexander Mustill dari Lund University, Swedia, menunjukkan bahwa simulasi komputer mereka mengindikasikan Planet Kesembilan merupakan exoplanet, planet yang berasal dari luar tata surya.

Penelitian mereka mengungkap pada awal pembentukan sistem tata surya, sekitar 4,5 miliar tahun lalu, Planet Kesembilan tergabung dalam sistem lain. Ketika melintasi sistem tata surya, gravitasi Matahari yang lebih besar dari Bintang asli Planet Kesembilan menariknya ke dalam sistem tata surya. Hal ini memaksa planet tersebut mengorbit mengitari Matahari.

Terkait hal tersebut, peneliti dari University of Warwick, Inggris, melakukan simulasi komputer untuk menghitung probabilitas hipotesis tersebut. Hasilnya, hanya sekitar 6% kemungkinan bagi planet seperti Planet Kesembilan dapat ditarik oleh bintang lain. Dari 10.000 sampel, hanya lima sampai sepuluh planet yang dapat ditarik oleh bintang di luar sistemnya.

"Planet Kesempilan terbentuk mirip seperti planet lain yang dekat dengan Matahari. Ketika sistem tata surya masih muda dan sangat dinamis, gaya gravitasi memaksa Planet Kesembilan menempati titik yang lebih luar pada sistem tata surya dengan orbit yang stabil," kata Dimitri Veras yang turut andil dalam penelitian tersebut.

Dengan demikian, kecil kemungkinan planet itu adalah 'curian' meskipun bukannya hal yang mustahil. Para peneliti sendiri masih belum dapat mengkonfirmasi eksistensi dari Planet Kesembilan sebelum benar-benar melihatnya.

Kini, mereka tengah melakukan observasi terhadap langit dan objek-objek dalam Sabuk Kuiper seperti yang dilakukan Caltech pada 2016, seperti detikINET kutip dari Express, Senin (23/10/2017).

"Jika terdapat lebih banyak penemuan KBO (Kuiper Belt Objects) yang mempunyai orbit, maka hipotesis eksistensi Planet Kesembilan akan semakin kuat, sekaligus mengembangkan pencarian lokasinya," kata Dimitri Veras.

"Misteri akan terpecahkan jika Planet Kesembilan ditemukan, karena kemampuan pencarian kami terhadap objek-objek yang sangat terbatas. Jika objek tersebut sangat kecil, gelap, dan jauh, maka kami tidak akan menemukannya dengan teknologi terkini, dan kami masih harus perlu menunggu," pungkasnya. (fyk/rou)