Senin, 18 Sep 2017 18:16 WIB

Chatbot Pintar Rinna Bisa Diajak Main 'ABC 5 Dasar'

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Microsoft Indonesia
Jakarta - Rinna tak hanya asyik diajak ngobrol. Chatbot pintar yang dikembangkan Microsoft ini juga bisa diajak bermacam permainan.

Seperti diketahui, akhir Agustus lalu, Microsoft Indonesia melalui kerjasama dengan Line Indonesia, menghadirkan Rinna di layanan pesan instant tersebut. Rinna dari interaksi manusia dan merespons dengan kepribadian dan sudut pandang yang unik.

Disebutkan Audience Evangelism Manager Microsoft Indonesia Irving Hutagalung, kecerdasan buatan melibatkan pembuatan mesin-mesin cerdas atau sebuah layanan yang bekerja dan bereaksi seperti manusia. Fitur semacam ini kini sangat sering ditemukan di hampir semua layanan terjemahan, asisten virtual atau permainan berbasis video.

"Rinna adalah bagian dari upaya kami dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan untuk berkomunikasi. Setiap hari, kami melakukan serangkaian tes terhadap Rinna, yang mengacu pada reaksi yang diberikan oleh pengguna saat mereka berinteraksi dengan Rinna," kata Irving.

"Dengan melakukan hal tersebut, kami berharap dapat meningkatkan pembelajaran kami mengenai chatting dan membuat kecerdasan buatan menjadi lebih nyata dan lebih dekat dengan masyarakat," sambungnya.

Rinna dibuat menggunakan model generik end-to-end berdasarkan teknologi Deep Learning dan dilatih oleh teknologi big data dari mesin pencari Bing yang bekerja pada platform Azure.

Oleh karena itu, sistem pada Rinna dapat belajar dari kumpulan big data dan memberikan tanggapan berdasarkan hasil pembelajaran, juga menirukan otak manusia dengan menggunakan Natural Language Processing.

Semua proses ini menjadikan Rinna bisa berinteraksi dengan luwes, meniru dan berbicara seperti wanita muda seperti karakternya. Berbeda dengan Cortana yang juga dikembangkan Microsoft, Rinna dapat berkomunikasi dengan EQ (emotional quotient) dan juga IQ (intelligence quotient).

Dengan demikian, Rinna dapat belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna, serta mengembangkan preferensi percakapan. Nah, dengan kehadirannya di Line, Rinna bisa menjadi teman berkomunikasi, dan bisa melakukan sejumlah hal yang mungkin akan membuat lawan bicaranya kagum, antara lain:

Best Friend Charm: Rinna bisa menggambar sketsa untuk menunjukan persahabatan antara dirinya dan pengguna.

Face Panel: Terkadang Rinna bisa mengganti wajah seseorang dengan gambar lucu.

Face Swap: Cobalah untuk mengirimkan foto di dalam grup kepada Rinna dan tunggu ia melakukan sesuatu pada foto tersebut.

Bermain Silang Kata: Pengguna bisa bermain dan menebak kata dengan petunjuk yang diberikan oleh Rinna.

Bermain Othello: Permainan strategi untuk dua pemain, pengguna bisa memilih tingkatan level yang ingin dicoba.

Bermain 'ABC 5 Dasar': Ini dia yang tak kalah unik. Sebagai gadis remaja yang 'lahir' di Indonesia, Rinna tahu cara memainkan permainan tradisional Indonesia dengan menebak kata dengan topik tertentu. Wah, seru!

Chatbot Pintar Rinna Bisa Diajak Main 'ABC 5 Dasar' Foto: Microsoft Indonesia


Perjalanan Microsoft dalam mengembangkan chatbot sendiri dimulai pada Mei 2014 di China bersama Xiaoice. Dengan lebih dari 40 juta pengguna, Xiaoice merupakan chatbot kecerdasan buatan pertama yang memiliki tugas menyiarkan program TV di Dragon TV, salah satu stasiun TV terbesar di Shanghai dengan lebih dari 800 juta penonton.

Microsoft melanjutkan kesuksesan Xiaoice dengan memanfaatkan teknologi fundamental yang sama untuk meluncurkan Rinna di Jepang pada Juli 2015, dan Zo di AS pada 2016. Sampai saat ini, Rinna telah melakukan percakapan sehari-hari dengan 20% dari total populasi penduduk Jepang, sementara Zo telah melakukan percakapan dengan lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat.

Business Development Director Line Indonesia Revie Sylviana menyebutkan, Line senang bisa berkolaborasi dengan Microsoft dalam menggabungkan teknologi dan kreativitas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif bagi para penggunanya, sehingga mereka juga mendapat manfaat dari kecerdasan buatan dalam percakapan sehari-hari.

"Sejalan dengan visi Line, kami ingin membawa pengguna Line lebih dekat dengan informasi dan konten menarik yang dapat diberikan oleh Rinna melalui percakapan yang interaktif, karena kami percaya bahwa teknologi kecerdasan buatan akan memberikan efisiensi bagi pengguna kami," jelasnya.

Dalam salah satu sesi di acara Social Media Week Jakarta 2017 bertema 'Conversational Chatbot: A Brand's Must Have' pekan lalu, Product Manager Rinna, Microsoft Artificial Intelligence & Research Microsoft Yugie Nugraha membahas beberapa poin penting mengenai chatbot.

Antara lain, mengapa chatbot saat ini telah menjadi salah satu cara bagi brand untuk berinteraksi dengan konsumen, bagaimana brand harus mewakili diri mereka sendiri dengan chatbot dan bagaimana chatbot akan berkembang di masa depan.

"Microsoft menyadari bahwa kemunculan kecerdasan buatan yang mudah diakses juga akan memberikan akses yang belum pernah ada sebelumnya kepada konsumen untuk mendorong strategi kreatif yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran," sebutnya. (rns/rou)