"Ada ribuan yang mendaftar," ungkap Vicario Reinaldo, Head GO-ACADEMY, saat berbincang dengan detikINET beberapa waktu lalu.
Dari ribuan pendaftar ini, GO-JEK kemudian menyaring kembali. Mereka melakukan sejumlah tes secara online. Lalu didapatlah delapan talenta yang akan mengikuti tahapan intensif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga bulan selanjutnya, kemampuan peserta akan diaplikasikan secara langsung lewat magang di GO-JEK. Di sini mereka akan dimentori langsung oleh para engineer senior perusahaan ride sharing besutan Nadiem Makarim itu.
"Tiga bulan pertama untuk technical skill, tiga bulan berikutnya lebih pada survival skill, analytical thinking, kolaborasi dan komunikasi. Jika di akhir magang mereka oke, kami akan merekrutnya menjadi Go-Troopers (sebutan karyawan GO-JEK) ," jelas Vicario.
Meski saat ini GO-SCHOLAR sudah mendapatkan finalisnya, program tersebut akan kembali digelar oleh GO-JEK.
"Saat ini tengah dalam pembicaraan dengan partner. Jadi tunggu saja kabar selanjutnya," kata Vicario.
"GO-SCHOLAR menjadi salah satu mimpi besar kami. Kami ingin menyiapkan talenta untuk industri, bukan hanya untuk GO-JEK. Jika periode pertama ini berhasil, kami akan memperluasnya. Kami ingin membantu industri," imbuhnya. (afr/fyk)