BERITA TERBARU
Selasa, 08 Agu 2017 19:52 WIB

Kasus Memo Karyawan Bikin CEO Google Tinggalkan Liburan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Kasus memo kontroversional yang disebar oleh karyawan sempat memunculkan perdebatan panas di Google. Bahkan karena kasus tersebut, CEO Google Sundar Pichai sampai rela meninggalkan aktivitas liburannya bersama keluarga.

Seperti diketahui, seorang karyawan Google bernama James Damore menulis memo internal yang isinya menyuarakan ketidaksetaraan gender dalam tubuh perusahaan. Dalam memo 10 halaman tersebut, Damore mengkritik upaya Google menerapkan keberagaman dan menghubungkan ketidakseimbangan gender dalam industri teknologi dengan perbedaan biologis antara pria dan wanita.

Damore yang amerupakan seorang karyawan di divisi IT ini mengatakan, dirinya telah menerima surat pemecatan karena dianggap telah mengabadikan stereotip gender. Dia pun berniat menggugat balik Google dan telah melaporkan kasus ini ke serikat pekerja di Amerika Serikat dengan tuduhan mempermalukannya.

Kasus ini pun sempat menjadi perbincangan yang serius di kalangan internal. Lewat memo yang dilayangkan ke semua karyawan Google, Pichai mengaku bahwa kasus ini memaksanya untuk mengakhiri masa liburannya bersama keluarga lebih cepat.

"Saya telah melakukan perjalanan kerja di Afrika dan Eropa dalam beberapa pekan dan baru saja memulai liburan keluarga pekan ini. Saya memutuskan untuk kembali esok harinya, mengingat ada banyak hal yang diperbincangkan di dalam grup, termasuk bagaimana kami menciptakan lingkungan yang lebih inklusif untuk semua," ucap Pichai seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Selasa (8/8/2017).

Menurut Pichai, beberapa hari ke belakang menjadi masa-masa yang cukup berat untuk semua yang ada di perusahaan yang saat ini dipimpinnya. "Kita perlu mencari jalan untuk memperdebatkan isu yang mungkin kita tidak setuju," tulisnya.

Memo soal bias gender yang ditulis Damore sempat menimbulkan perdebatan dari pekerja wanita di Google, di tengah dominasi kaum pria di perusahaan teknologi yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat tersebut. (mag/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed