Sabtu, 17 Jun 2017 09:05 WIB

Laporan dari Tokyo

Line Fokus Garap Pasar di Asia

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Kebanyakan perusahaan aplikasi berusaha menguasi pasar global. Tidak dengan Line, mereka pilih fokus di Asia.

Hal tersebut diutarakan langsung CEO dan Representative Director Line Corporation Takeshi Idezawa. Menurutnya kawasan Asia masih memiliki potensi yang begitu besar.

Saat ini ada empat negara yang menjadi pasar utama Line. Selain Jepang, ada Taiwan, Thailand dan Indonesia.

"Jepang dan Taiwan pasarnya sudah matang. Sementara Thailand dan Indonesia masih berkembang dan punya potensi yang untuk terus pertumbuhan besar," kata Takeshi saat ditemui di markas utama Line di daerah Shinjuku, Tokyo, Jumat (17/6/2017).

Untuk terus memperkokoh posisinya di pasar Asia, Line pun berupaya memanjakan penggunanya. Tidak saja membuat layanannya bercita rasa lokal, sejumlah fitur baru pun dipersiapkan.

Line Fokus Garap Pasar di Asia Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Hanya saja memang untuk menghadirkan semua layanan yang sama ditiap negara butuh waktu dan banyak pertimbangan, misalnya kebutuhan dan geografis.

Saat ditanya tidak tertarik ekspansi ke Amerika atau Eropa, Takeshi menjawab belum ada rencana.

"Untuk elakukan itu (ekspansi ke Amerika dan Eropa) perlu persiapan yang matang," pungkasnya.

Untuk diketahui sejak hadir 2011 silam, pengguna layanan aplikasi pesan Line terus mengalami peningkatan. Hingga Maret 2017 tercatat pengguna aktifnya telah tembus 171 juta per bulan.

Pihak Line pun mendapati jumlah pesan yang dikirim dan diterima terus meningkat sepanjang tahun 2016. Terpantau ada 27 miliar pesan dalam sehari yang paling aktif.

Kondisi yang sama juga terjadi pada durasi menggunakan aplikasi Line. Terpantau di empat negara yang telah disebutkan Takeshi, waktu yang dihabiskan pengguna menggunakan Line mencapai 40,2 menit dalam sehari.

Tidak hanya aplikasi pesan yang meningkat, layanan Line News pun mengalami lonjakan pengguna yang cukup tinggi. Saat ini pengguna aktifnya mencapai 150 juta per bulan. Nilai kenaikannya mencapai 280% dari tahun lalu.

Hal serupa terjadi di layanan Line Pay. Saat ini pengguna aktifnya mencapai 38 juta dengan pertumbuhan mencapai 570% dari tahun ke tahun (year on year). (afr/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed