BERITA TERBARU
Kamis, 11 Mei 2017 18:09 WIB

Empat Karya Teknologi Indonesia Raih Penghargaan PBB

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. APJII Foto: dok. APJII
Jakarta - Empat inisiatif karya bangsa Indonesia mendapatkan penghargaan Champion dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dalam kompetisi global The World Summit on the Information Society (WSIS Prize) 2017.

Pada kompetisi tersebut, 467 inisiatif atau karya dari berbagai penjuru dunia diseleksi secara cermat oleh tim pakar yang ditunjuk PBB guna menghasilkan 345 nominator, yang lantas dikombinasikan dengan mekanisme online voting menjaring lebih dari 1,1 juta suara dari para pemangku kepentingan seluruh dunia.

Adapun keempat inisiatif atau karya bangsa Indonesia tersebut adalah:

1. Backpack Radio Station (oleh Iman Abdurrahman) pada kategori #12 (ICT Applications: e-Environment)
2. LISA - Information Systems for Farmers (oleh PT 8villages Indonesia) pada kategori #13 (ICT Applications: e-Agriculture)
3. iGrow My Own Food (oleh iGrow) pada kategori #13 (ICT Applications: e-Agriculture)
4. Internet Sehat (oleh ICT Watch – Indonesia) pada kategori #17 (Ethical Dimensions of the Information Society)

Anugerah WSIS Prize 2017 memiliki 18 kategori yang beragam, yang mengaitkan erat pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi (TIK) dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDG) 2030.

Jika pada tahun 2016 hanya ada tiga inisiatif karya Indonesia yang masuk nominasi dan lantas menghasilkan satu Champion, maka pada 2017 terdapat 18 nominator dari Indonesia yang lantas terpilih (empat sebagai Champion sebagaimana data di atas.

"Pencapaian karya atau inisiatif Indonesia pada kompetisi global Anugerah WSIS 2017 PBB, menguatkan pesan bahwa Indonesia adalah barometer penting pencapaian dan pengembangan TIK sebagai pilar pembangunan dunia," ujar Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Tentu saja kami berharap dan menargetkan ada yang menjadi Winner dari Indonesia," tambahnya.

Empat Karya Teknologi Indonesia Raih Penghargaan PBBFoto: internet


Khusus pada kategori ICT Applications: e-Agriculture, masuknya dua nominator dari Indonesia, menurut Semuel, juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara berkembang yang sejatinya mampu bersaing dan menjadi sumber belajar serta inspirasi bagi negara lain di dunia dalam membangun sektor pertanian.

"Salah satu program prioritas yang dijalankan oleh Kementerian Kominfo memang terkait erat dengan pemberdayaan petani, dengan menyediakan layanan ataupun solusi berbasiskan TIK," ujarnya.

"Kami berkeyakinan bahwa transformasi digital di Indonesia haruslah turut menyentuh dan memberdayakan berbagai jenis penggerak ekonomi kerakyatan, salah satunya pada sektor pertanian tersebut," papar Semuel lebih lanjut.

Sebagaimana pada ajang sebelumnya, tahapan pada Anugerah WSIS 2017 yaitu dimulai dari pendaftaran secara mandiri yang terbuka secara global, dilanjutkan dengan penentuan nominator oleh para pakar yang ditunjuk PBB, kemudian proses online voting untuk menentukan lima Champion (runner-up) per kategori.

Lantas dari kelima Champion tersebut, secara paripurna para pakar tersebut akan memilih satu Winner (pemenang utama) pada setiap kategorinya. Saat ini proses pemilihan untuk kategori Winner tersebut tengah berlangsung.

Adapun prosesi penyerahaan penghargaan tersebut, baik bagi Winner maupun Champion, akan dilaksanakan saat Sidang WSIS Forum 2017 di Jenewa, dengan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), pada 12 – 16 Juni 2017.

Berdasarkan letak geografis, dua kawasan yang paling banyak menyumbang nominator adalah Asia Pasifik dengan 88 inisiatif atau karya, dan kemudian kawasan Arab dengan 78 inisiatif atau karya.

Sedangkan dari jenis pemangku kepentimgan, tiga terbesar adalah dari sektor pemerintah dengan 145 inisiatif atau karya, sektor bisnis dengan 78 inisiatif atau karya dan sektor masyarakat sipil dengan 56 inisiatif atau karya.

Sekilas tentang Backpack Radio Station (jrki.or.id) adalah teknologi stasiun radio mini yang dapat dibawa dalam backpack (ransel) yang tahan air dan api, serta dilengkapi dengan batere tahan lama dan panel surya, guna melayani informasi di daerah-daerah yang terisolir akses informasinya.

Sementara, LISA (8villages.com) adalah aplikasi edukasi dan komunikasi untuk pemberdayaan komunitas rural, termasuk bagi petani dan pengusaha mikro, dengan saling menghubungkan komunitas rural pada berbagai lokasi di Indonesia.

Sedangkan iGrow (igrow.asia) adalah aplikasi yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik lahan pertanian, petani, investor dan pembeli hasil pertanian guna mendukung ekosistem rantai pasokan pertanian dan investasi permodalan terkait.

Terakhir, Internet Sehat (internetsehat.id) adalah program edukasi dan sosialisasi literasi digital bagi masyarakat, mengedepankan perlindungan kebebasan berekspresi sekaligus mengantisipasi disinformasi dan diskriminasi di Internet. (rou/afr)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed