BERITA TERBARU
Senin, 01 Mei 2017 11:57 WIB

Google Mengenang Pelukis Ternama Affandi

Rachmatunnisa - detikInet
Jakarta - Selain Hari Buruh, peringatan tak kalah penting pada Senin (1/5/2017) ini adalah mengenang sosok pelukis ternama Indonesia, Affandi.

Google Indonesia memperingatinya dengan menampilkan doodle seniman yang mengharumkan nama Indonesia ini. Wajah Affandi ditempatkan di tengah, menggantikan salah satu huruf O yang membentuk kata Google, dengan tampilan khas sapuan kuas cat seperti lukisan sang maestro.

Affandi dilahirkan di Cirebon pada 1 Mei 1907. Dia adalah putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal cukup tinggi.

Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri.

Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.

Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi.

Semasa hidupnya, dia ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya dipamerkan ke berbagai negara, mulai dari Asia, Eropa, Amerika dan Australia. Dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

Dia dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Namun bagi pecinta lukisan, hal ini menjadi daya tarik utama dari semua karyanya.

Sampai ajal menjemputnya pada 23 Mei 1990, ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Dia dimakamkan tidak jauh dari Museum Affandi yang didirikannya. (rns/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed