Menurut laporan terbaru Ericsson Mobility Report, satu dari lima pengguna smartphone di Amerika Serikat menyatakan tertarik untuk menyiarkan video secara langsung.
Di pasar dengan pertumbuhan pesat, seperti Indonesia, India dan Brasil, jumlah pengguna smartphone yang tertarik akan aplikasi live streaming video bahkan dua kali lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia adalah salah satu negara sasaran investasi kami untuk mengembangkan platform ini. Kami sangat senang dapat menghadirkan Live.me beserta konten-konten video kreatif bagi pengguna di Indonesia," ungkap Yuki He, SVP Product Live.me Cheetah Mobile, Kamis (27/4/2017).
Terkait dengan potensi masalah konten berbau pornografi di aplikasi video streaming, Yuki He menegaskan bahwa Live.me memiliki mesin pemantau yang aktif 24 jam/7 hari serta tim pemeriksa untuk mencegah konten berbau pornografi dan tidak layak.
"Saya bisa mengatakan bahwa konten tidak layak dilarang secara tegas dalam aplikasi Live.me. Upaya ini juga untuk mematuhi ketentuan pemerintah, serta untuk menciptakan aplikasi inovatif yang dapat menyajikan konten positif bagi para pengguna, khususnya di Indonesia," tegasnya.
Live.me mengklaim memiliki kebijakan ketat yang melarang penggunanya untuk memuat video tentang aktivitas yang berkaitan dengan kekerasan, adegan tanpa busana, diskriminatif, tercela, menyalahi aturan, penyebaran kebencian, pornografi, atau video yang mengindikasikan jasa pelayanan seksual.
Selain kebijakan ini, Live.me juga bekerjasama dengan komunitas yang secara aktif melaporkan akun yang menyiarkan aksi pelanggaran dari kebijakan yang
"Live.me memiliki pandangan yang kuat dan bertekad untuk membangun komunitas Muda, Bersih, Sehat, dan Positif di seluruh dunia. Kami juga ingin membantu pemerintah menciptakan wadah siaran langsung yang sehat serta meningkatkan penetrasi Internet di Indonesia," paparnya lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Live.me juga membuka kesempatan kerjasama luas dengan pemangku kepentingan dan pemain di industri ini untuk membangun pasar Indonesia.
"Dengan dukungan masyarakat lokal, kami akan pastikan bahwa kami dapat menyediakan sebuah aplikasi komprehensif yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan sosial media mereka," ujar Yuki He.
Di Amerika Serikat, platform live streaming video Live.me cukup digandrungi dengan lebih dari 20 juta pengguna. Banyak selebriti terkenal sudah bergabung dengan Live.me di seluruh dunia. Di
Indonesia, walaupun masih dibilang baru, beberapa selebriti lokal seperti Raffi Ahmad, Prilly Latuconsina, Stefan William bahkan telah bergabung dengan Live.me dan berinteraksi dengan penggemar mereka.
Disebutkan, Live.me juga memiliki banyak fitur menyerupai game seperti leaderboards, dalam berbagai level, yang dapat dimainkan dengan para penyiar video lain, sambil merekam hal menarik dan membagikannya di akun media sosial mereka. (rou/rou)