BERITA TERBARU
Rabu, 08 Mar 2017 14:00 WIB

Mengulik Teknologi Canggih Hyperloop, 'Kereta' Penakluk Pesawat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Hyperloop Foto: Hyperloop
Jakarta - Sebuah sistem transportasi massal canggih sedang dikembangkan di Amerika Serikat dan mungkin menyambangi Indonesia dan negara lain. Bentuknya seperti kereta dengan nama hyperloop, semacam kereta listrik dengan kecepatan yang konon tembus ribuan kilometer per jam. Berikut serba serbinya dihimpun dari berbagai sumber.


Bagaimana teknologinya?

Hyperloop adalah sebuah konsep transportasi massal super cepat yang diyakini bisa diimplementasikan di masa depan. Penggagasnya Elon Musk, CEO perusahaan mobil listrik Tesla serta perusahaan pesawat luar angkasa, SpaceX.

Infrastruktur hyperloop berupa jalur khusus dengan wujud semacam pipa raksasa, serta sebuah kapsul di dalamnya untuk mengangkut penumpang atau kargo. Nah, pipa raksasa tersebut dibuat mendekati vakum yang menjadi kunci mengapa kapsul hyperloop bisa melaju sangat kencang.

Pasalnya, dengan tipisnya kepadatan udara di dalam pipa akan sangat meminimalisir gesekan antara kapsul dan udara di dalam pipa tersebut. Maka secara teori, hyperloop diklaim akan menembus kecepatan hingga setara 1207 km per jam, jauh lebih cepat dari pesawat terbang.

Kapsul di dalam pipa didesain untuk mengambang, baik dengan metode bantalan udara atau dengan teknlogi magnetis. Hyperloop pada dasarnya memang mirip dengan kereta jenis maglev, hanya saja karena tidak terhalang oleh tekanan udara, kecepatannya jauh lebih tinggi.
Mengulik Hyperloop, 'Kereta' Penakluk PesawatFoto: Hyperloop

Kenapa ide hyperloop muncul?

Elon Musk menilai proyek kereta kecepatan tinggi yang akan digarap di California teknologinya sudah usang dan biayanya mahal. Maka ia mengetengahkan konsep hyperloop dan menggagas perusahaan bernama Hyperloop One.

Elon meyakini biaya pembuatan hyperloop jauh lebih murah dengan beberapa alasan. Misalnya, pemerintah tak perlu membeli tanah untuk membangunnya. Infrastruktur cukup dibangun dengan mendirikan tiang tiang di jalan raya. Bagian lain bisa dibuat di tempat lain dan tinggal digabung gabungkan.

Elon Musk mengizinkan siapapun membantu pengembangan teknologi hyperloop. Sehingga banyak pakar dan perusahaan baru kini terlibat mendesain hyperloop agar segera menjadi kenyataan.

Sejauh mana pengembangannya?

Ada dua perusahaan menonjol yang berlomba membuat hyperloop. Pertama adalah Hyperloop One yang dibuat Elon Musk. Yang kedua adalah Hyperloop Transportation Technologies yang berbasis pembiayaan secara crowdfunding.

Keduanya berjanji akan segera melakukan pengujian. Hyperloop One yang didukung modal besar telah membangun fasilitas uji coba di Apex Industrial Park di Las Vegas. Mereka sudah memulai konstruksi untuk uji coba dan mendekati negara seperti Qatar dan Indonesia.
Mengulik Hyperloop, 'Kereta' Penakluk PesawatFoto: Hyperloop

Sedangkan Hyperloop Transportation Technologies sedang mengajukan perizinan untuk uji coba di wilayah Kings County. Jika diizinkan, mereka akan memulai konstruksi dan berjanji akan menyelesaikannya di tahun 2018. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.