Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Trump Jadi Presiden AS, Bos Teknologi Incar Selandia Baru

Trump Jadi Presiden AS, Bos Teknologi Incar Selandia Baru


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: Air New Zealand/Youtube
Jakarta - Dengan kekayaan melimpah ruah, para orang kaya di jagat teknologi dapat melakukan banyak hal. Termasuk mengantisipasi kemungkinan munculnya bencana besar.

Ya, seperti dikutip detikINET dari Guardian, beberapa miliarder teknologi diketahui mempersiapkan diri untuk menghindari terjadinya hal-hal buruk atau situasi politik yang tidak bagus. Salah satu caranya dengan membeli properti di Selandia Baru.

Sebut saja Peter Thiel, pendiri PayPal dan investor pertama Facebook yang sekarang duduk di dewan direksinya. Pria kelahiran Jerman dengan kekayaan USD 2,7 miliar diketahui telah membeli properti senilai 4,5 juta poundsterling di dekat danau di Wanaka, Selandia Baru pada tahun 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thiel ternyata telah memegang kewarganergaraan ganda, Amerika Serikat dan Selandia Baru. Dan dia tak sendiri dalam mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ratusan orang kaya di Silicon Valley juga telah mengantisipasi kemungkinan terburuk dari situasi dunia yang tak bisa ditebak. Selain misalnya membuat bunker, beberapa di antara mereka mengikuti jejak Thiel membeli properti di Selandia Baru.

Mengapa Selandia Baru jadi favorit? Sebab, negara itu memang sangat terisolasi alias aman. Sudah begitu, situasi politiknya pun stabil, korupsi minim, alamnya indah dan secara budaya memiliki kesamaan dengan AS karena penduduknya banyak berasal dari barat.

Pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, mengakui fenomena itu. "Jika Anda mengatakan telah membeli rumah di Selandia baru, itu adalah kode," sebutnya. Kode kalau mereka mungkin akan melarikan diri ke sana.

Data dari tahun 2016 menyebutkan bahwa warga AS kedua terbanyak membeli lahan di Selandia Baru setelah Australia. Setengah rahun lalu, sebanyak 1.288 warga AS mendapat izin tinggal di sana.

"Orang-orang ingin pergi dari tempat mereka berada dan mereka merasa kalau Selandia Baru itu aman," kata David Cooper dari lembaga imigrasi di kota Auckland.

Setelah Donald Trump terpilih jadi presiden AS, kabarnya terjadi lonjakan trafik ke website imigrasi Selandia Baru sebesar 2.500%. Kunjungan dari AS ada 88 ribuan, dari yang biasanya 2.000-an saja.

(fyk/yud)
TAGS







Hide Ads