Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Usaha Mark Zuckerberg Bangun 'Istana' Digagalkan

Usaha Mark Zuckerberg Bangun 'Istana' Digagalkan


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: dailymail
Jakarta - Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, wajar jika Mark Zuckerberg rumahnya sangat mewah. Namun pendiri Facebook yang hartanya ditaksir USD 54,5 miliar ini menemui kegagalan saat ingin membangun rumahnya agar lebih megah lagi.

Jadi begini ceritanya. Pada tahun 2011, Zuck membeli rumah senilai USD 7 juta di kawasan Palo Alto, California. Dua tahun kemudian, dia membeli 4 rumah lagi di sekeliling rumah utamanya itu demi alasan privasi. Sepertinya, Zuck tak suka diintip oleh tetangganya.

Nah, Zuck berencana merobohkan keempat rumah itu dan membangunnya lagi sehingga bisa ditinggali saudara atau teman yang berkunjung. Akan tetapi rencana Zuck tersebut mendapat penolakan dari otoritas, yakni Palo Alto's Architectural Review Board.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lembaga tersebut merekomendasikan agar pemerintah kota menolak rencana pembangunan rumah Zuckerberg. Sebab, sekumpulan rumah mewah yang dimiliki hanya satu orang itu dianggap akan memberi preseden buruk di tengah kelangkaan dan tingginya harga rumah di Palo Alto.

Dikutip detikINET dari CNBC, Senin (19/9/2016), alasan lain adalah akan mengganggu sistem alamat, melebihi ketetapan luas maksimal properti di wilayah itu serta proses pembangunannya dinilai akan menganggu lingkungan. Namun lembaga bersangkutan masih memberi kesempatan agar Zuck memperbaiki rencana pembangunan rumah megahnya itu.

Belakangan, Zuck memang gencar membangun dan melindungi propertinya. Sempat pula ia jadi kontroversi di Hawaii karena akan membangun tembok yang tingginya sekitar 2 meter di propertinya. Tembok itu berpotensi menghalangi akses dan pandangan penduduk ke laut.

Zuckerberg memiliki tanah seluas 750 hektar di Hawaii yang dibelinya senilai USD 100 juta di tahun 2014. Tanah di dekat pantai itu terbuka untuk publik. Saking luasnya, kalau Zuck mau ia bisa mendirikan 80 rumah di sana.

"Sungguh menyedihkan seseorang dari luar datang, membeli tanah luas dan hal pertama yang mereka lakukan adalah menutup pemandangan berharga bagi masyarakat di sini selama bertahun-tahun," kata Gy Hall, salah satu tetangganya di sana.
(fyk/ash)





Hide Ads