Rabu, 31 Ags 2016 11:19 WIB

Go-Pay Balap Go-Jek

Anggoro Suryo Jati - detikInet
CEO Gojek Nadiem Makarim Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati CEO Gojek Nadiem Makarim Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Umur Go-Pay memang belum lebih dari 4 bulan, namun Go-Jek mengklaim kalau layanan itu sudah jadi salah satu e-wallet terbesar di Indonesia.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyebut layanannya itu menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia jika dilihat dari jumlah penggunaan, angka transaksi dan jumlah penggunanya. "Jumlah pengguna Go-Pay bertambah 20% tiap minggunya," ujar pendiri Gojek itu.

Ketika ditemui detikINET di acara Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), di Tangerang, Nadiem juga menyebut kalau pertumbuhan pengguna Go-Pay ini lebih cepat ketimbang Go-Jek.

"Go-Pay baru mulai 4 bulan yang lalu, dan sekarang sudah jadi e-wallet terbesar di Nusantara, baik dari number of usage, angka (transaksi), maupun user," tambahnya.

Hal tersebut menurut Nadiem dikarenakan layanannya ini mempunyai lebih banyak fungsi ketimbang kompetitornya. Dimana kebanyakan pengguna Go-Pay memakainya untuk Go-Ride, Go-Car, Go-Food dan Go-Tix.

Selain itu, menurutnya Go-Pay seringkali menjadi pengalaman pertama bagi banyak orang dalam hal transaksi digital, karena penggunaannya yang mudah. Bahkan dalam waktu dekat, pengisian saldo Go-Pay bisa dilakukan tanpa menggunakan rekening bank, yaitu dengan membayar melalui driver Go-Jek.

"Dengan Go-Pay kami ingin menjadi jembatan antara traditional financial service ke segmen-segmen baru," tutup pria lulusan Harvard Business School ini. (asj/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed