"Untuk mencapai kemajuan yang lebih pesat dalam mendukung terwujudnya Indonesia cerdas, dibutuhkan suatu organisasi atau kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder baik dari industri, pemerintah, pendidikan, komunitas maupun masyarakat yang melibatkan kota-kota di Indonesia," kata Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Suhono Harso Supangkat, Senin (29/8/2016).
Embrio dari APIC adalah Forum Smart Indonesia Initiatives. Komunitas ini menghelat Forum Smart City Ke-2 pada tanggal 20-21 Juli 2016 di Surabaya. APIC dibentuk karena dirasa perlunya kehadiran organisasi atau kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder baik dari industri, pemerintah, pendidikan, komunitas maupun masyarakat yang melibatkan kota-kota di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkannya, ekosistem yang terdiri dari sumberdaya manusia, tata kelola, dan teknologi yang mencukupi, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan desa, kabupaten, kota, dan propinsi cerdas.
Pengimplementasian solusi cerdas dimulai dari penyelesaian masalah yang kecil, namun dilakukan secara tepat dan didukung oleh segenap stakeholder daerah. Solusi-solusi ini diimplementasikan secara startegis, bertahap dan berkesinambungan.
"Ini kita perlu dibuat peta jalan atau roadmap di tingkat desa, kabupaten, kota, propinsi, maupun nasional," katanya.
Ditambahkannya, pembangunan infrastruktur jaringan informasi dan sektor kota yang efisien dan efektif melalui penggunaan berbagi infrastruktur, merupakan syarat mutlak di dalam mewujudkan kota cerdas.
Selain itu, perlu adanya arahan pemerintah melalui regulasi kota, kabupaten, desa, provinsi cerdas perlu diperjelas melalui partisipasi para pemangku kepentingan. Sementara anggaran untuk pembangunan kota cerdas perlu disiapkan dengan baik oleh pemerintah dan swasta melalui regulasi yang jelas dan mudah dilaksanakan.
"Untuk efektivitas, saling beroperasi (interoperability) dan keberlangsungan dalam pembangunan ekosistem cerdas secara nasional diperlukan standardisasi dengan kandungan lokal yang maksimal melalui kebijakan yang berkualitas," katanya.
Secara terpisah, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin yang masuk dalam Kompartmen Smart Citizen di APIC menyatakan memang sudah saatnya mengurangi kata berkompetisi untuk membangun negeri.
"Kurangi kata berkompetisi, perbanyak kata berkolaborasi karena semua demi satu Smart City Indonesia," tegasnya. (rou/ash)