Lantaran pesan WhatsApp dienkripsi secara end to end, Facebook tidak bisa mengakses pesan milik pengguna, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pengadilan terkait data yang diperlukan.
"Dalam beberapa bulan terakhir, warga Brasil menolak perintah pemblokiran WhatsApp. Langkah sembarangan seperti ini mengancam kemampuan orang untuk bisa berkomunikasi, menjalankan bisnis dan beraktivitas normal. Seperti sudah sering kami sebutkan, kami tidak bisa membagi informasi yang kami sendiri tidak bisa mengaksesnya," kata juru bicara WhatsApp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan pertama kalinya Brasil memblokir WhatsApp. Di Negeri Samba tersebut, otoritasnya tercatat sudah empat kali mengeluarkan perintah pemblokiran WhatsApp dengan alasan yang sama, yakni karena menolak memberikan akses mengintip pesan.
Pemblokiran terdekat sebelumnya terjadi akhir tahun lalu, karena WhatsApp dianggap menolak bekerjasama dengan pihak berwajib yang memintanya berbagi informasi soal jaringan narkoba yang memanfaatkan layanannya itu.
Pro dan kontra mewarnai keputusan ini. Namun tekanan massa Brasil saat itu terbukti berhasil. Ditutupnya akses ke WhatsApp hanya berlangsung selama 12 jam, padahal sebenarnya pengadilan Brasil hanya ingin menghukum WhatsApp selama 48 jam. (rns/ash)