Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dana KUR Rp 120 Triliun, Menkominfo: Sebagian Bisa Buat Modal Startup

Dana KUR Rp 120 Triliun, Menkominfo: Sebagian Bisa Buat Modal Startup


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Permintaan yang disampaikan Presiden Joko Widodo tentang bantuan terhadap startup lokal langsung disambut oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Menteri yang akrab disapa Chief RA ini berharap dana bantuan untuk usaha rintisan digital itu bisa diambil dari dana Kredit Untuk Rakyat (KUR) yang selama ini dibagikan untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Ia berharap, dari target alokasi penyaluran KUR tahun 2016 ini yang berkisar Rp 120 triliun sebagian di antaranya bisa dialokasikan untuk dana pembentukan perusahaan startup internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang mendesak agar ada peraturan presiden yang membolehkan dana KUR untuk mendanai startup. Tapi saya belum tahu berapa yang bisa dialokasikan dari Rp 120 triliun itu," kata Rudiantara di sela Indonesia e-Commerce Summit & Expo di ICE BSD, Serpong, Rabu (27/4/2016).

Sebelumnya, Jokowi menginstruksikan agar startup lokal diberikan bantuan modal dan pembimbingan agar bisa lebih maju lagi dari saat ini. Sehingga tidak kalah dengan negara lain.

"Di Thailand, untuk riset saja sudah mereka mulai menyiapkan anggaran Rp 7 triliun. Kita tidak boleh kalah," kata presiden.

Hal serupa dikatakan Rudiantara. Pemerintah negeri Gajah Putih itu menyediakan dana USD 570 juta untuk pembentukan perusahaan startup digital. Dana itu diberikan ke venture capital.

"Kenapa Thailand bisa kita tidak?" sebut Chief RA sembari menambahkan, sekarang sedang mencari payung hukum untuk penyaluran KUR bagi venture capital. Pelaksananya kelak perusahaan di bawah BUMN seperti Bahana Sekuritas.

Rudiantara lebih lanjut mengatakan, pemerintah perlu mengambil langkah itu untuk mendorong pertumbuhan UKM di bidang industri digital. Di Amerika Serikat, lebih dari separuh Gross Domestik Produk atau Produk Domestik Bruto (GDP) nya disumbang okeh UKM.

"Tapi UKM di sana sudah digital semua," katanya. "Indonesia sebenarnya mirip dengan Amerika, yakni 56% GDP Indonesia disumbang oleh UKM. Bedanya, di Indonesia UKM belum go digital."

KUR sendiri adalah kredit murah yang dilahirkan pemerintah era Presiden Joko Widodo. Kredit ini bunganya hanya 9%, karena menurut menteri, 8% bunga lainnya ditanggung pemerintah.

Rudiantara juga mengaku optimistis, bila sebagian dana KUR bisa dialokasikan ke startup digital maka pertumbuhan bisnis online Indonesia akan semakin tinggi.

"Tugas pemerintah adalah membuat koridor dan mendorong industri maju bukan sekadar mengatur atau mengeluarkan regulasi saja," lanjut menteri.

Ia juga mencontohkan China yang berhasil mendorong pertumbuhan e-commerce di negerinya sehingga melebihi transaksi yang di Amerika hanya dalam waktu 10 tahun.

"Industri e-commerce di Amerika saja butuh 30 tahun untuk seperti yang sekarang. Sementara China cuma 10 tahun. Itu karena mereka juga bikin roadmap e-commerce," pungkas Rudiantara. (rou/ash)
TAGS






Hide Ads