Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ambisi Jokowi Jadikan Indonesia Energi Digital Asia

Ambisi Jokowi Jadikan Indonesia Energi Digital Asia


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Presiden Joko Widodo punya misi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia melalui roadmap e-commerce dan program seribu startup.

Bukan tanpa alasan mengapa orang nomor satu di negeri ini akhirnya mau mendorong tumbuh kembangnya startup dan industri e-commerce. Ia mengaku tersentak saat berkunjung ke kawasan industri Silicon Valley di California, Amerika Sertikat.

"Semakin pusing saya, sebab industri digital semakin cepat berkembangnya. Jika membandingkan dengan kemajuan di Silicon Valley, saya merasa tertinggal sekali," katanya saat meresmikan Indonesia E-commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Rabu (27/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sebabnya, saya memutuskan ketika pulang ke Indonesia kita mesti langsung bergerak. Tidak ada waktu lagi, kita bisa ketinggalan," papar Jokowi lebih lanjut.

Itu sebabnya, Jokowi pun langsung menitahkan delapan kementerian untuk berkolaborasi membentuk roadmap e-commerce agar valuasi industrinya di 2020 nanti bisa mencapai USD 130 miliar.

Kemudian, masih dalam kunjungannya ke Silicon Valley, Jokowi juga mengaku terkesan ketika berkunjung ke markas inkubator startup Plug and Play yang difasilitasi oleh Yansen Kamto dari Kibar.

"Saya paling terkesan ketika masuk ke Plug and Play dan mendengar penjelasan mereka. Saya malah berpikir bagaimana kita mengejar ketertinggalan, menambah jumlah developer maupun staf agar nanti bisa menyamai negara lain yang sudah memulai lebih dulu," lanjut presiden.

Hal itu pula yang mendorong program seribu startup. Jokowi berharap, melalui program itu nantinya akan ada seribu usaha rintisan digital yang bisa menghasilkan valuasi mencapai USD 10 miliar dalam lima tahun mendatang.

"Kita bicara menyiapkan talkshow, hackaton, workshop, inkubator dan modal ventura. Dan dengan itu ekosistem akan terbentuk dan nanti akan mengemudikan kita dalam berkompetisi dengan negara lain," kata Jokowi.

"Saya tahu kita sudah berjalan, sekarang ada Go-jek, Blibli, Traveloka. Tapi minggu kemarin saya dengar Alibaba sudah masuk. Ini jadi peringatan bagi kita karena dari luar sudah melihat potensi ekonomi digital kita besar."

"Jadi saya titip, startup ini dipikir betul. Anggaran disiapkan betul. Saya dengar di Thailand, untuk riset saja sudah mereka mulai menyiapkan anggara Rp 7 triliun. Kita tidak boleh kalah."

"Kalau kita nggak berani melebihi mereka, saya pastikan kita tertinggal. Dunia persaingan kompetisi kejam, tapi itu tantangan yang mesti dihadapi."

"Dulu 10 orang saya undang ke istana, apa semua berani bersaing? Semua (mengaku) berani. Apa kita menang? Mereka bilang, kalau didukung ya bisa menang."

"Anak muda memang semestinya gitu. Tapi ya jangan lupa, hitung-hitungannya. Anak muda kan beraninya dulu, saya juga pernah begitu, jadi saya tahu."

Dari sejumlah startup lokal yang ada, beberapa di antaranya telah berhasil menarik perhatian presiden. Jokowi pun meminta para startup ini terus dibimbing dan dibantu agar nantinya bisa ikut mendorong Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia.

"Saya titip Halodoc, Tanihub, Lima Kilo, dan Nurbaya Initiative. Smua harus betul-betul diberi dorongan agar cepat meloncat ke level berikut," katanya.

"Kalau sudah, mesti dihubungkan juga untuk mencarikan pemuda yang bisa kerjasama agar melangkah ke level lebih atas lagi."

"Saya bayangkan kalau ini diteruskan, nanti banyak mal yang tutup. Ya karena sudah bisa pesan online, diantar, buat apalagi ke mal. Jadi, pemilik mal hati-hati. Dunia perubahan sangat cepat," pungkasnya. (rou/ash)
TAGS





Hide Ads