Domain .id Melesat, Desa Melek Internet Tambah Banyak

Domain .id Melesat, Desa Melek Internet Tambah Banyak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 08 Jan 2016 10:05 WIB
Andi Budimansyah (istimewa)
Jakarta -

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat pertumbuhan nama domain yang cukup signifikan di 2015. Pada 31 Desember 2015 pukul 24.00 WIB, tercatat ada 153.006 domain .id aktif, meningkat dari jumlah 123.751 di akhir tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan pesat ini terjadi terutama karena minat masyarakat yang besar pada domain apapun.id,” kata Ketua PANDI, Andi Budimansyah dalam keterangannya. Domain yang baru dirilis 17 Agustus 2014 ini tercatat tumbuh lebih dari 12 ribu nama domain sepanjang 2015.

Selain domain apapun.id, pertumbuhan pesat juga dialami domain co.id dan my.id. Domain untuk perusahaan dan personal itu masing-masing tumbuh di atas 9 ribu dan 6 ribu nama domain sepanjang 2015. “Kalau dari persentasenya, my.id mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 215%, disusul apapun.id sebanyak 156%,” kata Andi.

Yang juga menarik adalah lonjakan pertumbuhan domain desa.id sebanyak 84% di 2015. “Pada awal 2015, nama domain desa.id baru berjumlah 1.336. Dalam setahun jumlahnya melonjak menjadi 2.458 nama domain. Ini menunjukkan makin banyak desa yang mampu memanfaatkan internet di Indonesia,” lanjut Andi.

PANDI optimistis pertumbuhan nama domain .id akan meningkat pesat di 2016. Alasannya tahun ini Kominfo memulai program 1 Juta Domain .id yang akan dijalankan selama tiga tahun. Dengan program ini, PANDI memprediksi nama domain .id akan berjumlah lebih dari dua kali lipat pada akhir 2016.

Rencananya, program 1 Juta Domain .id akan mulai dijalankan oleh Kominfo di Februari 2016. Program ini akan menyediakan satu juta situs internet yang menggunakan nama domain .id dan menggunakan server di Indonesia dalam waktu tiga tahun.

Pada tahap awal, program 1 Juta Domain .id akan menyasar kelompok UKM dan sekolah. Selain untuk meningkatkan konten lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan trafik internet dalam negeri dan mengurangi penggunaan bandwith internet internasional yang mahal. Program ini diharapkan akan meningkatkan kinerja perekonomian digital Indonesia.

Tahun ini, PANDI akan menambah jumlah registrar yang jadi ujung tombak pendaftaran nama domain. Menurut Andi selama 3 tahun terakhir, PANDI membatasi jumlah registrar hanya 12 perusahaan. Mulai 1 Februari 2016, PANDI akan membuka pendaftaran registrar baru dengan model akreditasi. “Dengan penambahan registrar, pelayanan kepada pengguna nama domain .id diharapkan dapat menjadi semakin baik,” pungkas Andi.

(fyk/ash)
Debat Capres AS