Seperti diketahui, e-commerce belakangan ini semakin gencar didorong oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Targetnya di tahun 2020 nanti, nilai bisnis industrinya bisa mencapai USD 130 miliar. Sementara di saat yang bersamaan, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga terus mendorong promosi pariwisata melalui kampanye digital.
Kondisi ini jelas makin menguntungkan para online travel agent (OTA). Tiket.com, misalnya. Pemain e-commerce di ranah bisnis OTA ini mengaku ikut merasakan dampak positif dari kian tingginya nafsu belanja online di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, di 2015 tercatat sebanyak 40% orang baru melakukan belanja online. Kondisi ini menunjukan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat untuk melakukan belanja secara online.
Ditambah dukungan pemerintah sepanjang tahun ini, untuk mendukung kemajuan e-commerce di Indonesia. "Kami harus mengatur strategi yang tepat agar sukses di 2016," kata Gaery lebih lanjut.
Ia memprediksi, dari program yang telah dibangun pemerintah sepanjang tahun ini, dapat dikatakan bahwa tahun depan merupakan tahun mobile. Berbagai hal akan dilakukan melalui perangkat mobile mulai dari transaksi maupun hal pendukung lainnya.
"Di 2016 kita secara produk tidak akan bertambah terlalu banyak, hanya saja dari sisi produk kita akan perbanyak penerbangan internasional dan kerjasama dengan hotel-hotel yang ada. Sedangkan dari sisi benefit dan promo kita akan fokus pada mobile," jelasnya.
Secara operasional selama 2015, dari sisi pengguna, peningkatan yang dicapai Tiket.com juga mencapai dua kali lipat, dimana 40% merupakan pelanggan lama dan 60% pelanggan baru. Layanan pemesanan tiket penerbangan dan pemesanan hotel memberi kontribusi signifikan bagi pertumbuhan Tiket.com.
(rou/ash)