BERITA TERBARU
Senin, 02 Nov 2015 18:38 WIB

Catatan dari Mountain View

Kumpulan Orang Pintar Google yang Haus Ilmu

Ardhi Suryadhi - detikInet
Karyawan Google yang asyik bersepeda. (ash/detikINET) Karyawan Google yang asyik bersepeda. (ash/detikINET)
Jakarta - Bukan culture shock yang bikin Dani kaget saat pertama kali bergabung ke tim Google di Mountain View, California, AS. Melainkan, betapa banyaknya orang pintar di markas besar Google ini.

Lebih kagetnya lagi, para orang pintar di Google itu seakan belum puas dengan ilmu yang dikuasainya. Namun mereka terus merasakan dahaga dan terus menimba ilmu. Beruntung, Google mengakomodir hal ini dan terus memberi asupan pengetahuan kepada para karyawannya.

Hamdani Rosyid -- panggilan akrab Dani -- merupakan karyawan Google asal Pekanbaru yang sudah 2 tahun lebih di berkarir di Mountain View. Ia merupakan engineering di tim Google Payment.

"Bukan culture shock yang bikin saya kaget saat pertama kali bergabung, cuma betapa banyaknya orang pintar di sini (kantor pusat Google-red.). 'Waduh pinter-pinter banget orang di sini' pikir saya waktu itu. Dan saya harus belajar dari awal lagi, paling syok itu," kata Dani saat berbincang dengan detikINET di kantor pusat Google di Mountain View, California.

"Dalam hati saya berpikir, 'ternyata gua termasuk goblok dibanding orang-orang ini'. Sementara soal kebiasaan yang banyak beda, sudah sering dengar dan itu sudah antisipasi," ujarnya, blak-blakan.

Meski demikian, hal itu tak lantas membuat nyali Dani ciut. Sebaliknya, kondisi ini malah membuat anak muda ini untuk lebih tahan banting dan punya keinginan belajar lebih kuat lagi sehingga tak mudah tenggelam di antara timnya di perusahaan paling idaman di dunia tersebut.

Amanda Surya, IndoGooglers lainnya menyatakan, meski berstatus sebagai perusahaan teknologi nomor wahid, Google lebih seperti kampus. Dimana banyak yang datang untuk sharing ilmu baru dan beragam topik.

"Kalau ada waktu, bisa duduk, mendengarkan dan belajar. Perusahaan lain, sepengalaman saya, tak seperti itu. Google juga sangat open, banyak sesi sharing informasi, kolaborasi, membantu satu dan yang lainnya. Jadi semuanya sangat positif," lanjutnya.

Budi, IndoGoogler yang berada di tim Android menambahkan, karyawan Google datang dari beragam latar belakang. Tak ada embel-embel asal negara atau lulusan kampus mana yang bisa masuk perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ini.

"Ada lulusan Ph.D tapi bukan berarti menjadi engineering paling oke di Google. Tim yang sukses itu harus beragam, ada yang result oriented, marketing oriented, proses dan lainnya," kata Budi yang sudah 9 tahun di Google ini.

(ash/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.