Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Konten Porno Bikin Kaget, Masuk dari Mana?

Konten Porno Bikin Kaget, Masuk dari Mana?


Ardhi Suryadhi - detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Bermaksud untuk mencari informasi tetapi malah terpapar konten pornografi, pernah punya pengalaman seperti ini? Beberapa dari Anda pasti ada yang menganggukkan kepala. Pertanyaannya, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Pakar keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengungkapkan, terpaparnya pengguna internet dengan konten mesum yang bikin kaget itu bisa disebabkan oleh berbagai hal.

"Kalau servernya itu tidak mengakses gambar porno artinya ada masalah di pengaksesnya. Nah, masalah di pengakses itu bisa disebabkan beberapa hal," kata Alfons saat berbincang dengan detikINET, Senin (21/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, dari sisi perangkat yang terinfeksi malware. Kedua, masalahnya ada di browser. Ketiga, ada juga kemungkinan dari sisi router WiFi. "Bisa saja router WiFi yang kita pakai untuk internetan itu terkontaminasi virus, lalu kita bisa kena ketika mereka dimanfaatkan untuk penyebaran konten porno," Alfons memaparkan.

"Konsepnya sama dengan internet banking yang lagi ramai. Intinya, kalau dia (pelaku) bisa mengubah DNS, maka apapun dia bisa ubah. Maka lebih celaka lagi, kalau DNS Nawala keracunan malware, habislah semuanya," lanjutnya.

Isu terpapar gambar porno sempat dilaporkan pengakses detikcom beberapa waktu lalu. Dimana pelapor yang mengadu seluruhnya menggunakan UC Browser. Detikcom pun sudah memberi penjelasan soal isu ini.

Menurut Alfons, soal masalahnya ada di browser atau bukan, itu juga harus diinvestigasi lebih dalam lagi. Termasuk untuk melakukan monitoring paralel antara berbagai browser secara bersamaan.

"Kalau saat mengakses tetapi gambarnya yang keluar vulgar dari semua browser artinya smartphonenya bermasalah. Tetapi kalau yang gambar vulgar itu cuma ada di satu browser sedangkan yang lain tidak, berarti ada isu di browser tersebut. Tetapi ini juga harus diperiksa lebih mendalam," jelasnya.

Alfons melanjutkan, jika semua browser menampilkan gambar porno kemungkinan terinfeksi malware atau DNS- nya teracuni malware.

Tetapi jika masalahnya ada di browser bisa jadi ada coding dari peramban itu yang bocor dan disalahgunakan.Termasuk ada celah keamanan di browser tersebut dan berhasil dieksploitasi.

Secara teknis ada script khusus yang bisa diimplementasikan untuk melakukan verifikasi gambar yang tampil di internet. Jadi setiap gambar itu ada ID-nya dan kalau tidak sesuai, ID tersebut bisa diusili alias diganti di tengah jalan, sehingga gambar yang akan tampil berbeda dari aslinya.

"Jadi seperti digital signature. Seperti yang terjadi di kasus detikcom, kelihatannya kemungkinan beritanya diolah ulang dan gambarnya diganti. Misalnya ada berita anggota DPR saling lapor dan di berita asli ada gambar Donald Trump dengan (Ketua DPR) Setyo Novanto, namanya gbr1.jpg. Lalu sewaktu ditampilkan oleh browser, ada program yang disusupkan dan mengganti gbr1.jpg dari detik dengan gambar porno yang telah dipersiapkan. Namanya sama-sama gbr1.jpg, tetapi sebenarnya signature-nya beda," jelas Alfons.

"Bisa saja dia link dengan server yang supply gambar porno. Harusnya gambar itu diklik dan dilihat menampilkan link ke mana. Di situ akan mulai kelihatan motif dan siapa di belakangnya," tandasnya.

(ash/fyk)




Hide Ads